Yunisarang

Yunisarang

Jumat, 03 Januari 2014

Aku dan Baby Bala-Bala

                     


Lo tau gak sih kenapa bayi itu wangi?
Bayi itu lucu?
Bayi itu imut?
Meskipun emak bapaknya jelek, tapi pas bayi pasti cantik banget.
Ada yang tau????
HAHAHAHAA... Gak ada yang tau yah?? SAMA kalo gitu dah.

Alasan kenapa gue seneng banget sama bayi-bayi mungil, anak-anak kecil yak karena itu. Karena mereka menggemaskan. Awal mula gue seneng sama mereka dari jaman kuliah di AKPER. Kebetulan juga ada mata kuliah keperawatan anak. Dan juga ada praktek ruangannya yang khusus dibidang bayi dan anak-anak. Jujur dulu gue paling dodol sama keperawatan anak. Dari ngitung dosis obat buat anak-anak yang emang beda banget sama orang dewasa. Belom lagi ngitung berat badan normalnya, gizinya. Yang lebih sulit malah pasang infus. Gileeee itu kecil-kecil sekeles venanya. Oalaaahh nilai gue paling jatohh dahh dimateri ini. Tapi gue bertekat kelak gue lulus nanti, gue mau jadi perawat anak. Dan impian gue tercapai ditempat kerja gue sekarang. ( Mari berucap allhamdulillah ) .

Iya tempat gue kerja membebaskan gue memilih dimana gue mau ditempatin. Dan dari awal gue wawancara gue selalu bilang “Saya mau diruang anak.” Begitu banyak pertanyaan kenapa gue mau ditempatin di ruang anak.
Salah satunya ini :
“Kok mau si diruang anak? Anak-anakan cengeng, apalagi bayi.”
“Anak-anak kan cuma bisanya nangis. Laper nangis. Sakit nangis. Pipis nangis.”
SO WHAT GITU LHO??!!! 

Gue pengen dinas di ruang anak bukan karena gue ibu-ibu, secara umur masih twenty two years old git lho. Masih unyu-unyuu. Hahaha.... Semenjak gue dines diruang anak gue allhamdulillah happy-happy ajah. Kalo lagi BT dirumah tinggal cubit baby-babynyaaa pas diruangan. Positifnya gue dikeperawatan anak adalah melatih kesabaran guee dan menahan emosi. #ASEKKASEKKKJOS

 
Lucu-Lucu kaann?? Menggemaskan bukan?? Berkat mereka gue awet muda. Hwkwkwkw. Paling seneng kalo mereka sudah sehatt dan pulang dengan berat badan yang menigkat serta pipi yang gembil mirip sustelnya. HAHAHA 

Mau dikerjaan atau diluar l love baby .. Ini salah satu babynya temen guee yang lucu jugaa. Sudah bisa merangkak lhoo. Pipinya juga sangat gembil

Kegiaatan favoritt bangett bangeettt ini. Gue butuh waktu berbulan-bulan belajar mandiin bayi. Ternyata sulit. Dan gue ngelakuin itu diawasi sama senior guee. Thank senior :) . Jangankan orang dewasa yang suka air, bayipun demikian. Pas ditaro didalem air langsung diem seketikaaa. Iihhh lucuuu :)

BEST MOMENT !!! Wajah lucuu baby yang spontan. Smile, sleep and bengongg semuaa spontan begitu saja. Dan gue juga gak nyangka bayi-bayi itu pada sadar kameraa. HAHAHAHA

Buat ibu-ibu yang sudah punya bayi maupun yang akan mejadi calon ibu berbahagialah kalian semuaa. Rawatlah mereka dengan penuh kasih sayang  ... #kissandhug





Rabu, 01 Januari 2014

BEDA ( Ketika KAMI dipisahkan oleh sebuah KEYAKINAN )



BEDA ....
( Ketika KAMI dipisahkan oleh sebuah KEYAKINAN )

Tatapanku lurus memandang kedepan. Memadang luasnya pantai dewata bali. Ombak yang bergelombang indah. Burung-burung yang bertebaran indah diatas langit sore. Ya, aku sengaja berdiri disini untuk melihat matahari terbenam. Aku ingin menjadi saksi betapa indah keajaiban-NYA. Sama seperti aku bersama dia, hari-hariku selalu indah. Iya Dia, dia yang memegang tanganku saat ini. Dia yang tepat berada disampingku. Aku meliriknya untuk kesekian kalinya. Begitupun dia, melirikku dengan tatapan penuh rasa. Dan akhirnya kamipun terhenti dan saling memandang. Cairan bening membasahi pipi kami berdua. Dia memelukku. Memelukku sangat erat.
“Sabar yah.” Dia menenangkanku. Tapi aku masih dikondisi yang dulu. Kondisi dimana aku takut kehilangan kekasihku yang sedang aku peluk ini. Seketika otakku bekerja kemasa lalu. Kemasa dimana kami dipertemukan dengan cinta.

JJJ
Aku sibuk dikamar dengan beberapa barang bawaanku. Materi kuliah, laptop serta beberapa alat tulis yang harus super duper lengkap. Hari ini adalah jadwalku mencari kasus untuk sidangku nanti. Aku harus mencari kasusnya di Puskesmas. Ya aku mahasiswa kesehatan, yang lebih tepatnya aku mahasiswa kebidanan. Hari ini aku harus tiba di Puskesmas pukul 7 pagi. Tidak sarapan serta pamitan dengan Mama Papa sambil teriak-teriakan.
“Mahhh!! Pah!! Ela berangkat yah. Doaiiiin!!.” tanpa menghampiri mereka aku langsung nyelonong pergi. Mobil pribadikuu sudah menunggu dihalteee, cihuyy 213 akuu dating. Diperjalanan aku terus melirik jam tanganku. “Please jangan bergerak dulu yah jarum panjangnya. Biar gue gak telat.” pintaku gelisah.
“Selamat Pagi Kakaaaaaa Irmaa.” sapaku saat tiba di Puskesmas. Kebetulan kepala ruangannya belum datang dan aku wajib mengelus dada “allhamdulillah”. Ketika dipintu masuk puskesmas gak sengaja aku melihat dua lelaki dengan tangan dilaptop dan tas yang lumayan berat berada dipunggung mereka. Wajahnya? Ehmm songong.
            “Kak siapa tuh?” tanyaku memonyong-monyongkan bibirku.
            “Anak Keperawatan, kenapa?”
            “Mukanya belagu yah? Sok kaya yah ka?” celetukku dan diiyakan oleh Ka Irma.
            “Kerjain aja La.” kata Ka Irma dengan efek datar. Dan aku senyum-senyum dengan rencana besar.
            Namanya Constantein Johanes Geruh. Woww banget namanyaa. Aku tau nama itu dari catatan absen yang ada dimeja kepala ruanganku. Aku sengaja tidak menghampirinya. Dan aku sengaja belagak sok jadi senior didepan dia. Rasain kau !!!
       “Kamu sini!!” aku menunjuknya dengan muka jutek. Benar saja dugaanku, dia memanggilku kaka. Hahahaa .
            “Iya Ka kenapa?” tanyanya sambil menunduk.
          Sejak panggilaan kasar itu, dari pagi hingga sore si punya nama panjang aku kerjain habis-habisan. Dari mulai tensi pasien, kasih obat, bahkan memandikan. Semua kerjaan yang harusnya aku yang kerjakan hari ini dikerjakan semua olehnya. Yess!! Berhasil.
            “Nama panggilan lw siapa?” tanyaku saat itu sambil senyum-senyum lucu.
            “Otez ka.”
            “Jangan panggil gue Ka, gue juga mahasiswa juga kok. Sorry buat hari ini. Haha.” Tawaku pun memecah ruangan. Aku semakin tertawa ngakak setelah melihat mukanya Otez yang mirip cecep. Muka kagetnya lucuu bangett. Huahahahahaaa. “Dasar dodol.”

JJJ
            Pertemuan kemarin adalah awal aku dekat dengan Otez. Kurang lebih kami dekat selama 6 bulan. Selama 6 bulan kami berteman, akhirnya pada titik ini kami pun menjauh. Aku menjauhinya karena sebuah alasan yang setelah aku pikir-pikir seperti anak SD. Dia tidak menepati janjinya untuk mengajakku ke DUFAN. Saat itu aku menyesal menjauh darinya. Dan kamipun benar-benar menjauh.  Aku dengan lelaki lain, dan Dia dengan wanita lain. Kami berpisah tanpa jejak.
       “Irwan, aku mau tanya sama kamu.” tanyaku kepada lelaki yang menjadi pacarku saat ini. Saat dimana aku dan Otez saling menjauh. “Kenapa Otez juga ikut jauhin aku?” pertanyaan itupun keluar dari mulutku. Aku melihat wajahnya berubah masam.

          “Kalian gak bisa pacaran. Karena kalian beda agama.”
Kalimat itu terus memutari otakku. Semalaman suntuk  aku memikirkan kalimat kecil itu. Mulut Irwan lancang!! Aku terus mengumpatnya didalam hatiku. Dan kini aku tau kenapa Otez menjauhi akuu. Ini karena agama. Ya!!! Kalo membicaran soal yang satu ini memang cukup sensitive. Dan aku sangat mengerti itu. Yang aku inginni sekarang adalah bertemu dengan Otez lagi. Bagaimana dengan Irwan?? Kami sudah selesai sejak tadi malam. Bukan karena hal semalam saja. Banyak hal-hal negatif yang tidak aku suka.

            JJJ

        Singkat cerita aku dipertemukan kembali dengan Otez. Lelaki yang dulu menjauhiku karena agama kami. Lelaki yang diam-diam aku suka. Lelaki yang mempunyai hati tulus. Iya dia Constantein Johanes Geruh. Kami bertemu kembali dan kami mengikat hubungan kami dengan status “Berpacaran”.  Kini aku tau sejak kapan dia mulai menyukai aku. Dan pada saat dia menjauhi aku, ternyata dia masih menyempatkan diri untuk mencari kabar keberadaanku. Kami menjalani hari-hari tanpa memikirkan status agama kami. Kami menikmati hubungan kami. Yang aku tau adalah. Aku sayang dia dan dia sayang aku.
      Keseharian kami cukup menarik. Kami saling bertoleransi dengan agama kami masing-masing. Dia menghormati agamaku, dan begitu sebaliknya aku menghormati agamanya.
     Kisah cinta kami banyak melewati pasang surut. Putus Nyambung. Tetapi puncakn ya adalah hari ini. Dimana status pacaran kami menginjak usia 2 tahun.
       “Kamu mau kan sayang?” tanya Otez kepadaku.
     “Aku mau menikah dengan kamu tapi aku gak mau pindah dari agamaku.” jawabku dengan penuh keyakinan. Otez mengajakku menikah. Dan dia juga menyuruhku untuk pindah ke agamanya “Nasrani”. Itu tidak mungkin dan tidak akan pernah. Aku masih kokoh dengan keyakinanku. Mungkin begitu sebaliknya, Otez juga akan menolak pindah keagamaku bila aku memintanya. Ini mustahil. Diantara kami tidak akan pernah ada yang mengorbankan agamanya.
      PUTUS!!! Itu keputusan yang tepat untuk saat ini. Kami mengakhiri hubungan ini diusia 2 tahun. Dia dengan agamanya. Dan aku dengan agamaku.
     Sekarang kami berjalan tidak berdampingan. Tetapi berjalan membelakangi. Dia dengan jalannya dan aku dengan jalanku. Aku masih belum bisa memejamkan mata sampai jarum jam menunjukkan angka 1 malam. Perasaanku sakit. Aku belum bisa menerima keputusan ini. Aku masih menyanyangi Dia. Hati ini sebenarnya mengatakan tidak mau berpisah. Hati ini ingin selalu bersamanya. Tapi aku mengingat kembali tentang agamaku. Dalam agamaku melarangku menikah dengan agama yang berbeda.
           
     “Sabar yah... Kita akan tetep jadi sahabat baik kok. Sahabat yang selalu ada kapanpun buat kamu.” Lagi-lagi dia menenangkanku dan lagi-lagi aku menangisi kisah cintaku ini. Aku memegangi dadaku yang mulai terasa sesak.
   “Maaf....” Hanya kata maaf yang bisa aku katakan untuknya saat ini. Maaf untuk semuanya. Maaf untuk keputusanku. Maaf untuk pendirianku. Terima kasih untuk cintamu. Terima kasih untuk kasih sayangmu selama ini. Terima kasih Constantein Johanes Geruh

       Matahari terbenam sangat indah didepan mataku.
      Begitu juga kamu yang benar-benar pergi dan takkan kembali bersama cintaku. Pada akhirnya kisah kamipun dipisahkan oleh sebuah keyakinan.
            

 the and ...