Black Swan
Intuisi Kurnia Meter: 10/10
Disutradarai Darren Aronofsky
Dibintangi Natalie Portman, Mila Kunis dan Barbra Hershey
Produksi Fox Searchlight Pictures
Nina Sayers (Natalie Portman) memiliki sebuah ambisi untuk menjadi ballerina yang profesional. Seluruh hidupnya ia dedikasikan untuk balet hingga ia bisa dibilang terobsesi. Di bawah asuhan ibunya yang keras, yang juga merupakan mantan ballerina, Nina tumbuh menjadi gadis yang perfeksionis, dan pada saat yang bersamaan rapuh, tertutup dan anti-sosial. ( Saking ibunya yang sangat perfeksionis, setiap saat ditelepon. Dimanjain banget deh si Nina ). Ketika Thomas Leroy (Vincent Cassel) membuat audisi untuk memerankan Ratu Angsa di resital Swan Lake karena ballerina prima sebelumnya Beth MacIntyre (Winona Ryder) 'terpaksa' pensiun. Nina disini sangat mengharapkan peran tersebut, ibunya pun terus mendukung. Awalnya Nina tidak dipilih memerankan Ratu Angsa, tetapi saat dia menemui dan berbicara sedikit dengan Thomas, dia diterima. Mungkin nih kalo Thomas melihat Nina bukan cewek murahan. ( soalnya pas mau dicium dia langsung menghindar )
Nina dibebani peran yang tidak mudah. Untuk menjadi Ratu Angsa ia harus bisa memerankan kedua sisinya yaitu Angsa Putih dan Angsa Hitam. Nina kandidat sempurna untuk Angsa Putih; cantik, rapuh, dan penuh ketakutan. Tetapi Angsa Hitam? Nina memang seorang ballerina dengan teknis menari yang handal, tetapi Thomas selalu mengeluh karena ia tidak bisa melepaskan diri ketika menari. Sesuatu yang dibutuhkan untuk menjadi Angsa Hitam. Ditambah Lily (Mila Kunis), ballerina baru yang memiliki persona yang sangat cocok untuk Angsa Hitam; menggairahkan, santai, dan menyenangkan. Sesuatu yang Nina tidak punya. Sehingga membuat ini permulaan dari rival yang mengerikan.
Karena obsesinya untuk mendapatkan kemistri menjadi Angsa Hitam, pikirannya terus dihantui oleh Angsa Hitam. Dalam hatinya tertanam kalo dia harus bisa memerankan Angsa Hitam. HALUSINASI pun datang. Ia sering mendapati jarinya berdarah secara tiba-tiba. Dan kemudian hilang. Dipunggungnya juga dia memiliki sedikit luka cakaran dan lama kelamaan semakin membesar. Ibunya menganggap kalau luka itu adalah ulah dari Nina yang sengaja menggaruknya. ( kukunya langung dipotongin sama ibunya lho!!!)
Nina berlatih sangat keras. Dia pun sempat putus asa. Thomas sang pelatih selalu tidak puas dengan latihan Nina. Thomas selalu bilang bahwa disetiap gerakannya tidak ada gairah. ( yang bikin gue ngakak niyeee. Si Thomas nanya sama ballerina cowok yang dipasangin ama Nina ) "Apakah kamu mau menidurinya??" ( WHAT?? Hahahaha ) Eh ballerina cowok itu langsung geleng-geleng.
![]() | |
| Akhirnya si Thomas ( sang pelatih ) ngajarin gimana cara ningkatin gairah saat menari. Gue gak bisa ngejelasin banyak, nonton aja sendiri dah |
Nah semenjak dilatih sama pelatihnya ( liat gambar diatas ) dia terus melatih gairahnya dirumah ( dan itu nonton aja sendiri yahhh. hahaha) Dan selain mendapatkan dri pelatihnya , dia juga mendapatkan dari temannya Lily ( Mila Kunis ). Lily melakukannya dengan memberikan obat mabuk atu perangsang yang sejenisnya. Nina pun meminumnya. Nina benar-benar dibuat brutal oleh obat itu. Ibunya pun sampai dilawannya. :AKU BUTUH PRIVASI BU !!!" kata Nina sambil menahan pintu yang mau dibuka Ibunya.
PENTAS pun dimulai. Nina membuka mata. Dan Lily sudah tidak ada. Pagi itu Nina sakit, tapi ia memaksa untuk tetap pentas. Ia mendorong ibunya yang mencoba menahannya keluar. Setibanya di ruang latihan, ia melihat Lily sedang menggantikannya menari. Sontak Nina pun geram. Ia meminta kepada Thomas untuk menggantikan peran penggantiny. Tapi Thomas tetap pada pendiriannya. Nina pun berbicara pada Lily.
( kurang lebih kaya begini percakapannya, soalnya gue udah lupa ) "Kenapa kamu tidak membangunkan ku??"
Lily yang mendengar pertanyaan Nina malah bingung. "Apa?"
"Bukannya semalam kita???" ( iyaa Nina dan Lily semalam melakukan "itu" Lagi lagi gue cuma bisa bilang "Nonton aja sendiri")
Lily yang mendengarnya malah semakin bingung. Nina yang melihat ekspresi Lily yang aneh langsung pergi meninggalkan Lily.
Pentas sudah benar-benar dimulai. Nina menjadi sosok angsa putih terlebih dahulu.
![]() | |
| Ini dia si angsa putih. Cantik kan??? |
Setelah selesai jadi angsa putih, Nina kembali ke ruang ganti untuk berdandan menjadi Angsa Hitam atau Black Swan. Ternyata di ruang tunggu itu ada Lily yang menunggu. Nina yang melihat wajah Lily yang mencibir dan mengejeknya sejak pentas tadi sangat kesal. Mereka pun bertengkar hebat. Kaca pecah karena Nina mendorong Lily dengan keras. Lily ditusuk dengan pecahan kaca tadi. MAYAT Lily disimpan di kamar mandi. Dan dia berubah menjadi BLACK SWAN ...
![]() | |
| Pas seasion ini sumpah KEREN bangett. Nina bener2 jadi angsa hitam. Ada sayapnyee segala. Dia berubah jadi Angsa Hitam sambil muter-muter ala ballerina ( emang dia ballerina yun! ) |
Sumpah gue pun terharu pas liat dia bener2 berubah jadi angsa hitam. Ada sayap yang lebarrr. KEREN!!!
Nina pun mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah. Semua penonton sangat antusias dan sangat kagum dengan aksi Nina. ( selamat yah Nina ). Selesai pertunjukkan, sontak Nina langusng mencium sang pelatih Thomas. Thomas yang sangat terkejut mendapatkan ciuman dari Nina hanya bisa terpaku saja. ( cieelaahhh Thomas, selamat yahhh!!)
Nina kembali keruang make-up nya untuk mengganti baju menjadi Angsa Putih lagi. Ia sangat terkejut saat melihat darah yang keluar dari kamar mandi. Dia pun panik, lalu mengambil handuk untuk menutupi darah itu agar tidak mengalir lagi. Tapi beberapa saat kemudian dia mengecek lagi handuk itu, tapi apa yang dilihat??? Ternyata tidak ada sama sekali yang namanya DARAH!!! Tidak ada juga yang namanya PENUSUKAN atau PERKELAHILAN dengan Lily !! Semua HALUSINASI belaka !!! Nina tidak pernah menusuk Lily. Nina tidak pernah menyimpan mayat Lily dikamar mandi. Nina tidak pernah tidur bareng dengan Lily. Yang tadi manas-manasin dia dipanggung ternyata bukan Lily. Dan semua hanya HALUSINASI !!!
Nina melihat perutnya sudah berdarah-darah. Dan yang ditusuk bukanlah Lily, melainkan dirinya sendiri. Nina tidak mengabaikan itu. Dia pokonya harus menyelesaikan drama ini. HARUS!!! Nina keluar dengan Angsa Putih. Darah itu dia tutupi dengan bulu-bulu yang menempel dibajunya. Nina benar-benar ingin menyelesaikan drama ini. Diakhir pentas, Nina naik ke atas puncak yang dibuat dari kayu. Disana dia harus terjun. Tiba diatas puncak, air matanya pun sudah tak terbendung lagi. Matanya langsung tertuju pada sosok ibunya. ( sumpah pas adegan ini gue nangis, tapi gak nangis lebay. Sedih banget soalnya
Nina pun terjun. Dibawah sudah ada kasur yang menantinya. Sambil menahan sakit diperutnya, kata yang terakhir diucapnya adalah "INI SANGAT SEMPURNA."
















