![]() | |||||||||
| Montegi Sircuit |
Karakter sirkuit Twin Ring Motegi di Jepang yang didominasi oleh tikungan-tikungan tajam, membuat Casey Stoner (soulmet gue) sedikit sangsi bisa mengulang performanya, seperti saat ia meraih kemenangan telak di sirkuit Aragon Spanyol dua pekan lalu ( HORRE!). Namun ini tidak menyurutkan tekad Stoner, pembalap asal Australia itu pun kembali menargetkan posisi tertinggi di Motegi Jepang akhir pekan ini.
Jika dibandingkan performanya di sirkuit yang juga memiliki karakter stop and go, performa motor Ducati sebenernya tidak kalah bagus. Hanya saja masih terkendala dengan faktor stabilnya motor saat melakukan pengereman. Nah, kabarnya nih Ducati sudah melakukan setting ulang pada GP10, agar lebih stabil saat melakukan deselerasi dan pengereman, serta menikung.
“Motegi adalah sirkuit dengan dominasi karakter stop and go. Tidak banyak bagian sirkuit yang bisa membuat motor lebih mengalir. Motegi adalah bukan sirkuit kesukaan saya. Untungnya sirkuit ini memiliki permukaan lintasan yang cukup halus, dan tidak terlalu bergelombang. Jadi meminimalisasi resiko terjatuh bagi pembalap,” papar Stoner.
Selain menegaskan bahwa Stoner tidak suka dengan karakter sirkuit Motegi di Jepang, Stoner juga menambahkan bahwa Motegi membutuhkan setting motor yang lebih stabil saat menikung. Dan saat melakukan akselerasi, butuh efisiensi besar, agar bisa lebih cepat.
Stoner juga berharap agar peningkatan performa mereka di Aragon, bisa berguna di Motegi akhir pekan ini. Kita lihat saja nanti.( Dan hasilnya dirimu menang STONER )
![]() | ||||
| Ini diawal lap. Tuh liat STONER udah mimpin. Uhuyyy |
![]() | |
| Yeaaahhhh FINISH di urutan ke-1 tanpa perlawanan |
Stoner kembali menegaskan dirinya masih layak ditakuti sebagai pembalap yang tahun depan bakal nunggang RC212V setelah berhasil menjuarai Motogp Motegi kali ini, ini berarti doi berhasil mencetak 2 kali kemenangan beruntun setelah seri sebelumnya di Aragon dia berhasil mendominasi race. Di belakangnya, Dovizioso berhasil “menjadi Pedrosa” dengan meraih podium kedua, seakan doi tak mau kalah untuk menunjukkan performa terbaik mengingat nasibnya di Repsol Honda tahun depan masih di ujung tanduk dengan hadirnya Stoner. Di perebutan podium ketiga terjadi duel “Nostalgia” antara Rossi dengan Lorenzo, kita tahu 2 pembalap ini sudah lama tidak bertempur ketat dan kali ini mereka berdua saling tikam untuk memperebutkan podium tiga hingga titik bensin penghabisan, eh, hingga lap terakhir. Hasilnya? Rossi berhasil membunuh rekan setimnya tersebut sekaligus menambah satu lagi catatan kegagalan Lorenzo naik podium untuk kedua kalinya di musim ini.
![]() |
| DUEL ketat yang bikin gue teriak-teriak nontonnya. Nyaris mereka jatoh. Gimana enggak coba??? Nempel bangettt. Gue liat disini Lorenzo NAFSU banget mau ngebalap Rossi. Yaaaahh apa mau dikata senior selalu menang. Lorenzo pun menyerah. Legowo yaahhh |






























