BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah Gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari makanan, karena makanan adalah salah satu persyaratan pokok untuk hidup, disamping udara (oksigen). Selain itu makanan juga harus memiliki Gizi yang baik. Gizi yang baik adalah Asupan makanan yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses kehidupan. Agar makanan dapat berfungsi dengan baik, maka makanan yang kita makan sehari-hari tidak hanya sekedar makanan saja. Seharusnya mengandung Gizi yang tinggi dan baik untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Tetapi dewasa ini banyak masyarakat kita yang mengabaikan fungsi makanan yang mempunyai Gizi tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap asupan makanannya. Misalnya dari segi ekonomi, masyarakat yang menengah kebawah hanya mementingkan “Perut Kenyang” saja tidak memikirkan makanan apa yang mengandung gizi tinggi. Pengetahuan, banyak sebagian masyarakat yang kurang paham dengan fungsi-fungsi makanan yang mengandung Gizi tinggi. Tidak hanya itu saja masalah gizi sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan, keadaan krisis (bencana kekeringan, perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi juga bisa muncul akibat masalah ketahanan pangan dimasyarakat. Menyadari hal itu, peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang bergizi dan cukup jumlah dan mutunya. Menurut Departemen Kesehatan, pada tahun 2003 terdapat sekitar 27,5% (5 juta anak kurang gizi) dan 3,5 juta anak (19,2%) dalam tingkat gizi kurang. WHO (1999) mengelompokkan wilayah berdasarkan prevalensi gizi kurang ke dalam 4 kelompok yaitu: rendah (di bawah 10%), sedang (10-19%), tinggi (20-29%), sangat tinggi (=> 30%).
Untuk mencapai kesehatan yang optimal diperlukan penanganan yang tidak cukup dengan upaya terapi para penderita saja, tetapi ditunjukan untuk seluruh masyarakat. Dalam hal ini pemerintah juga berupaya untuk menanggulangi masalah tersebut. Program pemerintah yaitu Millenium Development Goals ( MGD’s ) yang bertujuan untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia melalui komitmen bersama antara 189 negara anggota PBB untuk melaksanakan 8 tujuan pembangunan yaitu, mananggulangi kemiskinan dan kelaparan , mancapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan permberdayaan perempuan, meurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi penyerangan HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya, kelestarian lingkungan hidup, serta membangun kemitraan global dalam pembangunan.
B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini meliputi tujuan umum dan tujuan khusus yaitu :
1. Tujuan umum
2. Tujuan khusus
Agar Mahasiswa/i mampu :
a. Menjelaskan Pengertian Gizi
b. Menjelaskan Penyakit-penyakit Gizi
c. Menjelaskan Kelompok Rentan Gizi
d. Menjelaskan Upaya Perbaikan Gizi
e. Menjelaskan Sasaran Perbaikan Gizi
f. Menjelaskan Masalah Gizi
g. Menjelaskan Tanda dan Gejala
BAB II
Tinjauan Teori
A. Pengertian
Program adalah susunan instruksi (yang logis) untuk komputer yang ditulis atau disusun dalam bahasa yang dikenal oleh komputer. Yang kemudian dieksekusi atau diproses oleh komputer.
Gizi berasal dari bahasa arab Ghidza, yang berarti “makanan” Gizi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energy, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan. (Arisma, 2004)
Gizi adalah Suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorbs, transportasi, penyimpanan, metabolism dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ serta menghasilkan energy. ( Supariasa, l Dewa Nyoman : 2001)