Yunisarang

Yunisarang

Sabtu, 12 November 2011

HIPERBARIC Center RSAL Mintoharjo


Minggu ke dua gue dinas 31 Oktober 2011, gue dapet giliran dinas di HIPERBARIC CENTER. Awalnya gue ngerasa takut, bingung nanti mau ngapain disana. Disana Cuma ada monitor sama alat alat super duper berat dan besarrrrr. Tapi ngedenger selintingan yang udah dinas disana, katanya gak apa-apa kok, kakak-kakaknya baik baik. Dimbimbing terus Alhamdulillah #ngelusdada. Mudah-mudahan bener yahhh …
Sebelum gue cerita lebih lanjutt , gue mau ngasih tau apa si HIPERBARIC ituu??MySpace

Gue mulai dinas jam 06.10 #rajiinnbeneryunn. Gue bareng Si Kiyting, Mba didit, Wenehenubun, emak sama kang Asep. Tiba didalem, bener ajee kan dugaan gue, kita semua binguuungg mau ngapain. Ngumpul dalam satu lingkaran ditengah-tengah hiruk-pikuknya pasien yang dateng. Eh si dokter dateng bilang gini "aduhh jangan semua disini, sebagian disana yahh." Langsung dah kita nyebar kaya semutttt.


Tampak depan HIPERBARIC RSAL ..MySpace

Sebelum lanjutt gue kasih tau duluu yee Hiperbaric itu apaan ..

Hiperbaric ( Recompression Chember ) adalah ruang yang berbentuk tabung terbuat dari baja, alumunium atau acrylic, yang tekanan udara didalam ruang tersebut dapat dinaikkan lebih dari satu atmosfer / ATA. ( Wilber T. Workman, 1999).



Ini replikanya Chamber Hiperbaric. Dari 4 chamber
yang ada hanya 2 chamber yang digunakan.


Didalam Chamber ada 2 bagian. 
Nomer 1 itu Emergency Lock. Yang nomer 2 Man Lock. 
Emergancy Lock biasanya digunakan untuk yang menyelamnya terlambat, 
nanti pintu yag ada ditengah dibuka pada saat menuju 
kedalaman yang sama ( kayaknya seperti itu pengertiannya )




Monitor yang ada didepan Chamber

Maaf bangett ditutup mukanyeeMySpace  

Buku bukan sembarang buku .. abrakadabraaa!!!
 
Yang namanya monitor apalagi ini berhubungan sama yang namanya oksigen, salah dikit bisa fatal akibatnya. Yupp ini monitor yang tepat berada didepan chamber. Tujuannya sangat jelas yah teman-teman yaitu untuk PENGAWASAN pasien yang ada didalam. Disetiap nomer itu punya nama dan kegunaannya lhoo !!!
  1. Deep Meter, untuk mengukur kedalaman, biasanya kalo untuk pasien klinis atau kebugaran hanya mencapai 60 feet. And than kita sebagai pengawas luar, kita harus bener-bener fokus dan kalau melebihi feet , kita harus segera turunkan.
  2.  Jam tempel, fungsinya bukan hanya sebagai petunjuk waktu saja, tetapi di Hiperbaric ini jam begituan sangatlah penting. Tujuannya untuk mengatur setiap kedalaman. Biasanya waktu yang digunakan untuk 60 feet membutuhkan waktu kurang lebi 2jam sampai kepermuakaan. Beda lagi kalau untuk penyelam yang terkena penyakit Dekompresi atau Barotroma, biasanya mereka pake tabel 5 atau 6, didalam chamber sampe 6jamm boo!!! 
  3. Tekanan Oksigen , kadang kalo oksigennya turun, panah yang ada di monitor juga ikut turun.
  4.  Microphone, tujuannya untuk memantau pasien yang ada didalam chamber. Kemudian untuk memberikan informasi kedalaman, waktu istirahat, saat naik kepermukaan dan memberikan peringatan sebelum masuk chamber.
  5. Paling kecil dan yang paling imut nih. Si AC, AC nyala terus pada saat penyelaman. Sedangkan AC mati pada saat sudah naik kepermukaan. Waktu gue didalem, mungkin lupa kali yee dimatiin AC nya sama yg diluar, gilaa dingin bangett kaya dikutu. BerrrrrMySpace
  6. Udara, itu tempat udara masuk. Biasanya ada pasien sakit telinganya saat ditambah tekanannya. Yaudah nomer 6 nya langsung ditutup.
  7. Itu tekanannya. Pengatur kedalaman feet. Jika melebihi 60 feetbesinya diputar kekiri sampai jarumnya menunjukkan tepat diangka 60 feet.
  8. Buku bukan sembarang buku tuuhh. Itu buku panduan kita kalo ngawasin dari luar chamber. Disana ada nama pasien, kedalaman, nama pengawas luar dan dalam serta siapa dokter yang bertanggung jawab serta gambar trapesium yang menunjukkan penyelaman.
  9.  
Ini pengatur oksigen untuk 
pasien yang ada didalam chamber. UHOOO


Ini toaknyaaa..Ngomongnya harus 
lembut kaya putri keratonMySpace 


Monitor pengawaasss.. Ituuu ada gueee #nunjuknunjukMySpace


Keseharian kami Di HIPERBARIC CENTERMySpace

KK
Biar sibuk , belajar tetep rajinn #asikasikkMySpace

Gak pernah kelaperan kalo dinas di HIPERBARIC. Terima kasih kakanyaaaMySpace

Sayang kalo dilewatkan tidak berfoto-foto diChamberr





Jepretan yang spesiall ...MySpace 



Sekian cerita dan pengalaman saya dinas di HIPERBARIC. Sangat membawa kesan yang baik dan banyak ilmunyaa. Terima kasih buat Dokter dan kakak-kakaknyaa.. Buat yang dinas berikutnya SEMANGAT yahhh .. Dinas yang benerr. heheheMySpace 










Sabtu, 05 November 2011

Riset Keperawatan “Masih Rendahnya Status Gizi Di Indonesia”


A.   Latar Belakang

Masalah Gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak terlepas dari makanan, karena makanan adalah salah satu persyaratan pokok untuk hidup, disamping udara (oksigen). Selain itu makanan juga harus memiliki Gizi yang baik. Gizi yang baik adalah Asupan makanan yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses kehidupan. Agar makanan dapat berfungsi dengan baik, maka makanan yang kita makan sehari-hari tidak hanya sekedar makanan saja. Seharusnya mengandung Gizi yang tinggi dan baik untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.
Tetapi dewasa ini banyak masyarakat kita yang mengabaikan fungsi makanan yang mempunyai Gizi tinggi. Banyak faktor yang menyebabkan masyarakat kurang peduli terhadap asupan makanannya. Misalnya dari segi ekonomi, masyarakat yang menengah kebawah hanya mementingkan “Perut Kenyang” saja tidak memikirkan makanan apa yang mengandung gizi tinggi. Pengetahuan, banyak sebagian masyarakat yang kurang paham dengan fungsi-fungsi makanan yang mengandung Gizi tinggi. Tidak hanya itu saja masalah gizi sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan, keadaan krisis (bencana kekeringan, perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi juga bisa muncul akibat masalah ketahanan pangan dimasyarakat. Menyadari hal itu, peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang bergizi dan cukup jumlah dan mutunya. Menurut Departemen Kesehatan, pada tahun 2003 terdapat sekitar 27,5% (5 juta orang kurang gizi) dan 3,5 juta anak (19,2%) dalam tingkat gizi kurang. WHO (1999)  mengelompokkan wilayah berdasarkan prevalensi gizi kurang ke dalam 4 kelompok yaitu: rendah (di bawah 10%), sedang (10-19%), tinggi (20-29%), sangat tinggi (=> 30%).
Dengan tingginya angka presentasi yang dijabarkan diatas maka penanganan masalah gizi di Indonesia tidak hanya cukup dengan upaya terapi para penderitanya saja. Melainkan dari semua aspek yang ada harus ikut mendukung merubah status Gizi dimasyarakat menjadi lebih baik.

B.   MASALAH
Rendahnya status Gizi di Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam faktor yang terlibat. Misalnya dari segi ekonomi, masyarakat yang menengah kebawah hanya mementingkan “Perut Kenyang” saja tidak memikirkan makanan apa yang mengandung gizi tinggi. Pengetahuan, banyak sebagian masyarakat yang kurang paham dengan fungsi-fungsi makanan yang mengandung Gizi tinggi. Tidak hanya itu saja masalah gizi sering berkaitan dengan masalah kekurangan pangan, keadaan krisis (bencana kekeringan, perang, kekacauan sosial, krisis ekonomi), masalah gizi juga bisa muncul akibat masalah ketahanan pangan dimasyarakat. Menyadari hal itu, peningkatan status gizi masyarakat memerlukan kebijakan yang menjamin setiap anggota masyarakat untuk memperoleh makanan yang bergizi dan cukup jumlah dan mutunya.
Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki Gizi yang kurang baik , yaitu :
1)    Mengenali penderita-penderita kekurangan Gizi dan mengobati mereka
2)    Memberikan pendidikan Gizi kepada masyarakat dan secara perseorangan kepada mereka yang dibutuhkan
3)    Melaksanakan program-program :
·         Memberikan makanan tambahan yang mengandung protein dan kalori yang cukup kepada anak-anak, ibu yang menyusui serta seluruh masyarakat
·         Memberikan vitamin A kepada anak-anak dibawah umur 5 tahun. 
Upaya Kesehatan Lingkungan :
1)    Penyehatan air bersih
2)    Penyehatan pembuangan kotoran
3)    Penyehatan lingkungan perumahan
4)    Penyehatan air buangan / limbah
5)    Pengawasan sanitasi tempat umum
6)    Penyehatan makanan dan minuman

C.   Rumusan Masalah
·         Apa definisi Gizi ?
·    Bagaimanakah kualitas Gizi di Indonesia ?
·    Bagaimanakah penanganan Gizi di Indonesia?
·    Bagaimanakah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki Gizi yang kurang di masyarakat?

D.   Tujuan
·         Untuk menjelasaan definisi Gizi yang baik
·   Untuk menjelaskan bagaimana kualitas Gizi di Indonesia
·   Untuk menjelaskan bagaimana penanganan Gizi di Indonesia
·   Untuk menjelaskan upaya yang dilakukan untuk memperbaiki Gizi yang kurang di masyarakat

E.   Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep - konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian – penelitian yang akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian dimana variabel dependen dan variable independen. Peneliti mengambil 3 (tiga) variabel diteliti, yaitu variabel independen diantaranya Pendidikan, Status Ekonomi dan Bencana Alam serta variabel dependen dengan Rendahnya Status Gizi Di Indonesia. Adapun penelitian ini secara skematis dapat digambarkan seperti dibawah ini :

DAFTAR PUSTAKA

       Notoatmodjo, Prof. Dr Soekidjo. 2003. Ilmu Kesehatan  Masyarakat Prinsip-Prisip Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta
           Supariasa, I Dewa Nyoman dkk . 2001 . Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC
           www.gizikesehatan.ugm.ac.id


Tugas Riset dari Pak Yus ( dia Profesor lhoo!! )
Semoga bermanfaat buat teman teman sejawatkuu