KYU-HYUN
( Aku dan Sang Bidadari )
Kyu masih sibuk didalam kamarnya. Mengotak-ngatik kamera SLR nya. Diputar-putarnya kamera depan untuk memastikan kalau memang sudah siap untuk mengambil gambar yang mungkin bisa sempurna dilihat. Ia coba dengan memotret jam yang ada diatas meja. Memfokuskan gambar tersebut dan mengatur jarak antara gambar dan kameranya. Mengatur pencahayaan juga sangat perlu. Satu gambar pun dipotret. “Lumayan.” desah Kyu sambil tersenyum.
Kyu melirik jam yang tadi dia foto. Jarum panjang menunjukkan angka 8. Kyu mempercepat gerakannya. Buku-buku dan semua foto-foto hasil jepretannya ia langsung masukkan kedalam tas selempangnya yang berwarna hitam. Tidak lupa dengan kamera SLR nya yang menggatung dilehernya. Berangkaaatttt !!!
Dengan hanya menggunakan motor vespanya, Kyu meluncur ke Photograph Shake ( PS ) tempat ia menuangkan semua ide-ide kreatifnya. Tempat ia menyalurkan hobynya. Tempat ia berbagi ilmu kepada teman-temannya. Tempat ia belajar bagaimana sebuah foto bisa mempunyai makna dan terlihat hidup. “Photograph Shake” ?? yaaa itu nama tempat kerja Kyu. Sedikit unik dan gak nyambung kalau disatukan dengan kata “Shake”. Yasudah dilupakan saja sejenak. Kita lanjut dengan kecerita Kyu.
“Selamat pagi semua.” sapa Kyu saat ia melangkahkan kakinya di depan pintu PS. Kyu memang ramah dimata teman-temannya. Tidak hanya ramah dia juga pintar. Pintar dalam mengambil gambar. Tapi setiap manusia pasti ada kelemahan dan kekurangannya juga. Begitu juga dengan Kyu, selain dengan kelebihannya, ia juga memiliki beberapa kekurangan yang bikin teman-temannya mengelus dada. KUPER !!!
“Pagi juga my bro!! Ntar malem clubbing yuk?” ajak Joni sambil merangkul Kyu. Joni memang teman yang menyesatkan Kyu sejak dia tahu kalau Kyu kuper. Dia terus berjuang hingga Kyu mau diajak clubbing dan sampai saat ini Joni terus mengejar-ngejar Kyu.
“Gak mau akh. Ntar malem gue sibuk. Ada pengeditan.” jawab Kyu sambil melepaskan rangkulan Joni.
“Akhhh gak gaul lw bro.” umpat Joni sambil ngeloyor pergi.
Kyu yang melihat tingkah teman kantornya yang super duper menyesatkan itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Kyu memasuki ruang kantornya. Disana sudah berdiri lelaki setengah baya dengan tangan menyila didepan dada. Dengan kumis yang mirip Pak Raden. Terlihat mukanya semakin garang saat Kyu sudah ada didepan matanya.
“Selamat pagi Pak.” sapa Kyu ke lelaki setegah baya yang mempunyai nama Geum.
Pak Geum hanya diam dengan sikap awalnya. Tangan menyila dengan muka garang. Matanya melirik Kyu dengan seksama. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Weeehhh ada apa ini????
Pak Geum melempar tumpukan kertas ke meja Kyu. “Nih!!!”
Kyu yang melihat itu tambah bingung dan bertanya-tanya. Apa ada yang salah dengan pekerjaan gue? tanya Kyu pada dirinya sendiri. Kyu mengambil kertas-kertas yang sudah tidak beraturan diatas meja. Ia melihatnya dengan seksama. Disana terlihat diagram penjualan foto dipelelangan yang sangat menurun drastis.
“Ini bener pak?” tanya Kyu mencoba memperjelas dengan isi kertas yang ia lihat.
“Ya benerlah, sejak dua bulan lalu foto-foto yang kita pamerkan selama ini panjualannya sudah gak sebagus tahun lalu Kyu!!! GAK ADA YANG MINAT !!” nada Pak Geum mulai meninggi.
Kyu yang mendengarkannya hanya bisa tertunduk dan diam. Kalo Pak Geum sudah marah-marah kayak gini, berarti masalahnya memang berat banget. Dan Kyu pun tidak bisa berbuat apa-apa. “Terus gimana Pak?” tanya Kyu dengan nada lebih rendah dari Pak Geum.
“Kok kamu tanya sama saya??! Harusnya kamu yang berfikir Kyu!!” emosi Pak Geum mulai meledak.
“Tapi kan Bapak juga punya otak. Masa gak bisa berfikir?“ entah angin dari mana sampai-sampai mulut Kyu melontar kalimat itu.
“KYUUUU !!!!! Kamu itu bego atau kelewat pinter??!!!"
“Maaf pak, saya akan lebih keras lagi untuk bekerja.”
“Jangan hanya bekerja, tapi harus berusaha. BERUSAHA mencari gambar yang bagus.” kata berusahanya Pak Geum tinggikan nadanya. “Pokoknya dalam sebulan ini penjualan harus meningkat lima puluh persen!!” ancam Pak Geum.
“Tapi Pak Geum??”
“Gak ada tapi-tapi. Bulan depan sudah ada pameran. Cari gambar-gambar yang bagus!!” Pak Geum tetap pada pendiriannya. Ia keluar dengan langkah cepat.
“Tapi Pak??” panggil Kyu tanpa respon dari Pak Geum. “Pak Geum!!!”
***
Tugas berat pun Kyu dapatkan hari ini. Hanya mendapatkan waktu satu bulan untuk menaikkan omset penjualan hasil pameran foto dan harus mencari gambar yang “Sempurna”. Hari ini Kyu rencanannya ingin mencari beberapa foto yang dibilang Pak Geum kemarin. Foto yang “hidup” . Hari ini Kyu mengenakan kemeja putih dilapisi jas cokelat dan memakai jeans hitam. Wajahnya gak sebagus pakaian yang ia pakai pagi ini. Tangannya sangat telaten membereskan kertas-kertas dan beberapa spidol warna kedalam tasnya. Dan kamera SLR nya ia gantungkan dilehernya.
Semua sudah siap. Kyu pun melangkahkan kakinya keluar. Baru beberapa langkah, angin datang secara tiba-tiba dengan sangat kencang. Angin yang baru dirasakan Kyu seumur hidupnya. Anginnya besar dan panas. Alhasil seisi kamar Kyu pun berubah jadi kapal pecah. Jam yang tadi berdiri tegak diatas meja, kini ambruk ketanah. Kertas-kertas dan beberapa foto yang tadi tertata rapi di atas meja, juga sekarang berhamburan kemana-mana.
Mendadak Kyu langsung mengambil kamera SLR nya dan arah lensanya ia tujukan keatas awan. Kyu melihat benda asing jatuh dari atas sana. Mengeluarkan api dan asap tebal. Bentuknya bulat dan besar. Arah jatuhnya ke jalan raya. Kyu langsung bergegas keluar kamarnya. Ia ingin memastikan apa yang ia lihat tadi.
Ditengah jalan ia memberhentikan langkahnya. Ia melihat dipinggir jalan sangat ramai, ternyata dugaan Kyu benar. Yang jatuh tadi mirip pesawat berbentuk bundar. Mirip UFO . Alarm polisi terus berdering ditelinga Kyu. Mobil polisi pun berhamburan dimana-mana. Beberapa dari polisi tersebut ada yang langsung melakukan TKP. Tempat kejadian diberi tanda kuning. Kyu memperjelas pandangannya, ia mendekati tempat kejadian itu. Disana terlihat aspal dijalan roboh, bolong oleh benda yang mirip UFO itu. Yang bikin Kyu aneh dan dibuat penasaran lagi. Kenapa banyak bulu-bulu bertebaran. Bulunya berwarna putih bersih. Sangat lembut bila dipegang. Sangat wangi bila dicium. Kyu mengambil satu bulu yang hinggap ditangannya. Ia menyimpannya didalam tas. Dan langsung meninggalkan tempat kejadian.
Langkahnya dipercepat dan otaknya terus berimajinasi untuk foto yang akan ia potret dengan kamera SLR nya. “Foto anak kecil lagi ngamen? Ehmm… sepertinya bisa terlihat hidup. Akh tapi udah basi. Udah banyak. Apa kumbang yang lagi hinggap dibunga? Ehm…gak gak, mellow banget gue.” Kyu terus membatin disepanjang jalan. Dan hingga imajinasi dan langkahnya berhenti diujung gang. Suara rintihan terdengar diujung gang yang Kyu lewati. Dahi Kyu mengkerut. “Siapa yang nangis pagi-pagi gini?” Kyu masih membatin. Ia masuk kedalam gang untuk mencari sumber suara. Matanya menyebar keseluruh sudut gang. Kepalanya celingak-celingukan kesetiap sudut gang juga.
Kyu terpana. Badan Kyu kaku tiba-tiba. Bibirnya menggretak. Matanya terus tertuju pada sosok yang mempunyai suara rintihan tadi. Ini MIMPI ??? Kyu mencoba mencubit pipinya. SAKIT!!! Berarti ini memang tidak mimpi, ini kenyataan. Di pagi hari, digang yang gelap Kyu melihat sosok wanita yang menurut Kyu sangat cantik. Bergaun putih, Berambut panjang lurus, Bermata abu-abu. Yang paling Kyu terpana, adalah wujud wanita itu. Wanita itu bersayap putih. Bersayap??? Iyaaa. Itu Bidadari, atau bisa dibilang Peri. Saat wanita berbentuk bidadari itu menyadari keberadaan Kyu, sayapnya pun menghilang. Air matanya masih mengalir sambil menatap Kyu.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Kyu sambil duduk. Menyamakan tubuhnya dengan bidadari itu.
“Aku tidak apa-apa. Aku takut.” kata Bidadari itu semakin menangis.
Kyu melihat luka dipunggung Bidadari itu. Lukanya cukup besar, sepertinya sudah infeksi. Tanpa fikir panjang Kyu menggendong bidadari itu. “Ayo ikut dengan ku.” kata Kyu mencoba menenangkan bidadari itu. Kyu membawanya kerumah. Pencarian objek foto pun dibatalkan hari ini.
***
Kyu mengambil beberapa peralatan P3K didalam lemari. Ia berniat untuk mengobati luka dipunggung bidadari itu. Ia mendekati bidadari itu yang lagi terlelap tidur. Gak tau kenapa jantung Kyu berdebar-debar, ingin sekali ia mengelus rambut bidadari itu. Tanpa fikir panjang tangan Kyu pun mulai memegang rambut bidadari itu. Tetapi langkah kagetnya Kyu saat tangannya sudah ingin menyentuh, bidadari itu terbangun dan menyadari kedatangan Kyu.
“Aku mau mengobati lukamu.”
Bidadari itu menunjukkan luka yang ada dipunggungnya. Sambil merintih ia menahan sakit saat Kyu mulai mengolesi lukanya dengan betadine. “Tahan yah.” Ucap Kyu yang ikut meringis juga saat mengolesi betadine.
“Aku Hyun.”
“Apa??” tanya Kyu untuk memperjelas kembali kata-kata di bidadari tadi.
“Nama ku Hyun. Terima kasih sudah mau membantuku.”
“Hyu??? Oh ti…tidak apa-apa. Sekarang lukamu sudah aku obati. Bagaimana sekarang masih sakit atau sudah mendingan?” tanya Kyu yang dadanya semakin sesak karena gugup.
“Sudah baik. Terima kasih yah Ky…”
“Kyu. Namaku Kyu.” Kyu mencoba mengingatkan kembali namanya pada Hyun
Hyun hanya tertawa kecil. “Iya terima kasih Kyu.”
“Yasudah sekarang kamu istirahat yah. Aku tinggal dulu.” Kata Kyu yang sebelum meninggalkan kamar Hyun, ia memberikan selimut pada Hyun. “Good nite.”
Kyu yang sudah berbalik badan jantungnya berdetak semakin tidak karuan. Perasaan yang mungkin jarang ia dapat selama hidupnya. Sedangkan Hyun masih dengan senyum mekarnya. Malam ini Hyun mimpi indah. Karena ada manusia bumi yang menurutnya sangat baik dan jarang ia temui yang seperti Kyu.
***
Pagi ini Kyu bangun agak kesiangan. Mungkin karena kecapean semalam, selain mengobati luka Hyun, dia juga memilah milih foto yang akan diperlihatkan oleh Pak Geum. Mata Kyu masih agak sayu. Telinganya mendengar suara dari ruang tamu, seperti suara dari televisi. “Perasaan TV gue banyak semutnya? Antenanya juga udah rusak. Tapi kenapa suaranya jadi bagus gitu?” Kyu membatin. Untuk meyakinkan pendengarannya ia pun keluar kamar.
“Hyun??!” Kyu kaget dengan apa yang dilihatnya. Layar tivi tidak ada sedikitpun semutnya. Gambarnya bersih dan suaranya sangat jelas. Dan itu hanya disentuh oleh tangan Hyun. Lampu ruang tamu juga tadinya sedikit redup, tapi saat tangannya menyentuh lampu itu langsung terang berderang. AJAIB!!!
“Selamat pagi Kyu.” sapa Hyun kepada Kyu. Hyun malah jadi heran dengan mimik wajah Kyu pagi ini. Tampak keningnya berkerut keheranan. “Kamu kenapa Kyu? Maaf kalau aku mengagetkanmu soal ini.”
“Ohh.. ehm…ngg..gak apa-apa kok.” Kyu benar-benar sudah dibuat syok oleh aksi sulap Hyun pagi ini. “Luka kamu udah??” belum sempat pertanyaan Kyu selesai, Hyun sudah menjawabnya. Benar-benar ajaib ini cewek.
“Sudah lumayan kok.”
“Yaudah aku mau mandi dulu yah. Terus berangkat kerja.”
“Ikuuuuttttt.” Hyun langsung menggandeng Kyu.
What ikuuutt??? Kyu malah dibikin tertawa dengan tingkah Hyun. “Aku mau mandi masa kamu ikut.”
“Emang mandi mau kemana?? Kok aku gak boleh ikut?”
Walaahhh mungkin dilangit sana gak ada istilah mandi kali yahh. “Mandi itu kita bersihin badan kita. Nanti bajunya dilepas semua. Memangnya kamu mau liat aku telanjang?” tanya Kyu menggoda.
Mendengar pernyataan Kyu tadi, Hyun langsung melepaskan rangkulannya. “Ikhh gak mau akh.” Hyun langsung meninggalkan Kyu.
Ditempat kerja Kyu sudah dimaki-maki oleh Pak Geum. “Mana fotonya? Cuma ini doing?? Kamu mau saya pecat apa ma uterus bertahan disini si Kyu? Kerja kamu gak becus banget!!” bentak Pak Geum melempar semua foto-foto yang ditujunjukkan Kyu.
“Maaf Pak.” Mungkin hanya kata maaf yang bias Kyu katakana kepada Pak Geum.
“MAAF MAAF !!! Memang MAAF kamu bias dijual?!! Gue mau lw foto bidadari itu!!!”
Kyu pun langsung pasang wajah kaget. Keningnya berkerut. Bidadari?? Kenapa Pak Geum bias tau tentang bidadari itu?. Jangan-jangan yang dimaksud bidadari itu adalah Hyun. “Maksud Bapak apa? Bidadari?” Kyu mencoba mengeles.
“Iyaa, semua berita di TV lagi membicarakan tentang kapal yang kemarin itu. Katanya ada beberapa orang melihat wanita bersayap putih. Dan saya mau kamu bisa dapetin foto dia. Entahlah bagaimana caranya!!!”
“Tapi Pak,,, mustahil ada bidadari jaman sekarang. Apalagi sampai bisa dilihat oleh mata manusia.” Kyu mencoba menenangkan Pak Geum yang sangat penasaran.
“Ini buktinya!!” Pak Geum menunjukkan bulu berwarna putih. Bulu itu persis yang dibawa Kyu kerumah. Dan itu benar, bulu sayapnya Hyun. Tapi kenapa sampai ketangan Pak Geum???
“Maaf Pak aku harus balik kerumah. Pak aku ijin yah hari ini.” Kyu mempercepat kata-katanya dan langsung menghilang dari pandanha Pak Geum.
“Pokoknya kamu harus dapat foto bidadari itu KYUUU !!!”
***
Kyu tiba dirumah. Suasana tampak sepi. Kemudian pintu juga agak terbuka sedikit. Lampunya juga mati. Kyu pun mempercepat langkahnya.
“HYUUUNNN !!!” teriak Kyu sambil menyusuri setiap sudut ruangan. Saat kepanikannya mulai memuncak langkahnya berhenti diruang tamu. Kyu mendengar suara tawa yang mungkin cukup ngakak didengarnya. Kyu pun memperjelas pandangannya. Dia mendekati ruang tamu itu.
“Kyu??” kata Hyun yang melihat Kyu datang dari belakangnya. “Kamu kenapa?? Sudah pulang kerja yah?” tanya Hyun yang bingung melihat raut kecemasan diwajah Kyu.
“I…iya aku sudah pulang. Kamu gak apa-apa?? Tadi ada orang yang kesini? Kok pintunya terbuka??” Kyu menjejeli Hyun dengan rentetan pertanyaan.
“Gak ada. Emang kenapa?”
Kyu tidak menjawab apa-apa. Ia malah larut dalam lamunannya. Lamunannya pecah ketika Hyun menariknya duduk kedepan TV. “Ayo Kyu duduk, ini lucu banget filmnya.” kata Hyun dengan senyum yang bikin Kyu deg-degan.
Semenjak kehadiran Hyun yang mendadak dalam kehidupan Kyu, Kyu kini menjadi pria yang lebih tegas dan pria yang periang. Semua masalah dikantor ia buang jauh-jauh dulu demi Hyun. Kyu ingin menjaga Hyun dari pencarian orang-orang diluar sana yang gila akan uang. Kyu pun jadi jarang keluar rumah. Paling kalo keluar hanya membeli makanan kecil. Lagi pula luka Hyun belum sembuh pula, perlu pengobatan beberapa kali lagi.
Pagi ini Kyu dibuat kaget oleh kiriman surat dari pak pos. Surat dari Photograph Shake ( PS ). Surat peringatan dari Pak Geum. Disana tertulis kalau dalam jangka satu minggu Kyu tidak mendapatkan foto bidadari itu, ia akan dipecat dari Photograph Shake ( PS ). Kyu yang membaca itu pun langsung lemas. Tubuhnya seakan tidak mempunyai tulang untuk menopang.
“Ada apa Kyu?” tanya Hyun yang melihat Kyu mendadak pucat.
Kyu dengan sigap melipat surat itu. “Oh .. gak ada apa-apa kok Hyun. Luka kamu gimana?” Kyu mencoba mengalihkan pembicaraan.
Setelah kiriman surat itu datang, dari pagi hingga malam ini wajah Kyu tampak murung. Kyu duduk dibalkon , memandang lurus kedepan. Gedung tinggi yang berwarna-warni. Bintang yang berkelip. Tapi hari ini Kyu gak secerah langit dan gedung-gedung tinggi itu.
“Kyu.” Hyun memberikan kamera yang biasa dipakai Kyu untuk mencari gambar.
“Kenapa?”
“Maaf kalau aku sudah merepotkanmu Kyu. Itu permintaan maaf ku. Aku gak mau kamu keluar dari kerjaanmu. Maaf.” ucap Hyun menunduk.
Kyu masih gak ngerti apa maksud Hyun memberikan kameranya dan maksud dari kata-katanya. Kenapa harus minta maaf. Terus kenapa dia mengungkit-ungkit tentang kerjaanku? Kyu pun melihat kamera SLR nya.
“Ini?”
“Iya itu aku. Sayapku sudah mulai sembuh, tapi masih sedikit sakit. Mungkin ini bisa membuat bos kamu tidak memecatmu Kyu.”
Didalam kamera itu, Hyun menunjukkan sayapnya. Sayapnya sangat lebar dan besar. Kyu yang melihat itu pun langsung memeluk Hyun. “Makasi Hyun.” Dan Hyun hanya menganggukan kepalanya.
Kyu melepaskan pelukannya. “Tunggu disini yah sebentar.”
Beberapa menit kemudian Kyu datang dengan sayap-sayapannya. Ini lebih kecil, lebih tepatnya sayap itu hanya cocok dipakai oleh anak usia lima tahun.
Hyun yang melihat itupun tidak bisa menahan tawanya lagi. “Kamu lucu Kyu. Kamu dapat dari mana sayap itu?” tanya Hyun masih tertawa.
“Aku menemukannya didalam gudang. Mungkin ini punya anak perempuannya ibu sebelah. Kita sama kan sekarang?” tatapan Kyu malam ini sangat beda. Ada rasa cinta yang terbesit dari matanya. “Hey lihat bintang jatuh!! Ayoo sekarang kita make a wish.” Kyu menutup matanya. Sedangkan Hyun menggenggam tangan Kyu, matanya pun ikut menutup. Saat tangan Hyun menggenggam tangan Kyu dengan kuat, saat itulah sayap Hyun muncul. Sayap selebar dari tubuhnya, dan setinggi dari tubuhnya. Langit yang gelappun seketika langsung terang berderang dengan kemunculan sayap Hyun. Dan Kyu?? Matanya masih tertutup, dan terus make a wish.
***
Foto Hyun terpajang dipameran photography yang cukup ternama Di Korea. Disana banyak foto-foto dari beberapa photografer yang terkenal. Tapi dari semua foto yang ada, foto Kyu lah yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung.
“Kyu tinggal satu jam lagi, kamu akan jadi milyader muda.” kata Pak Geum dengan senyum kemenangan.
Kyu menangkap kata-kata Pak Geum dengan curiga. Jadi milyader??? Maksunya apa?? Foto itu hanya untuk dipamerkan saja bukan?? Dengan kepala yang penuh tanda tanya, Kyu mengikuti Pak Geum dengan sembunyi-sembunyi. Ternyata apa yang dipikirkan Kyu benar, lukisan itu mau dilelang.
“Jl. Pelangi Raya bintang No.22. Lantai 5.” Pak Geum berbicara dengan seseorang diteleponnya.
Telinga Kyu memperjelas suara Pak Geum. Itu bukannya alamat rumah ku??? Pak Geum bicara sama siapa?? “Pak Geum ...” Kyu masuk tanpa mengetuk pintu. Kyu sedikit menahan emosinya. “Maksud Bapak apa dengan pelelangan?? Bukannya ini hanya pameran saja?” tanya Kyu masih menahan emosinya.
“Kyu Kyu .. kamu munafik sekali sih. Pasti uang kan yang kamu mau dari pameran ini?? Begitu juga dengan saya. Pelelangan ini pasti banyak yang minat dan dapat terjual dengan harga tinggi.” kata Pak Geum mencibir. “Lagian sebentar lagi tuh bidadari juga akan pergi jauuhhh.”
Kyu diam sejenak, otaknya berputar cepat. “HYUN???!!!” teriak Kyu emosi. Tangan Kyu benar-benar tidak bisa dikontrol lagi. Satu bogem mentah melesat ke pipi Pak Geum. Darah merah segar terlihat dari pinggir bibir Pak Geum.
“Saya PECAT kamu Kyu !!!” ancam Pak Geum.
“TERSERAH !!!!” Kyu berlari keluar sambil menggebrak pintu. Emosi Kyu benar-benar tidak bisa ditahan lagi.
Kyu berlari secepat mungkin. Perasaannya benar-benar sudah tidak enak. Diotaknya hanya ada Hyun Hyun dan Hyun !!! Dipertigaan jalan tiba-tiba ada mobil dengan kekuatan tinggi menghantam tubuh Kyu. Kyu pun ambruk ke aspal. Kepalanya mengeluarkan darah merah segar. Wajahnya tampak menahan rasa sakit yang luar biasa. Tangan serta kaki yang mengeluarkan darah memaksa Kyu harus bangun. Dengan langkah gontai ia bangkit, mencoba berdiri tegap. Mencoba berjalan walaupun sangat hati-hati. Kyu terus melangkahkan kakinya. Semua orang yang mencoba membantunya, Kyu tolak mentah-mentah. Aku bisa sendiri!!! Ucap Kyu setiap kali ada yang ingin menolong.
Kyu tiba didepan rumahnya. Pintunya terbuka. Terdengar suara pecahan piring yang bergemuruh. Tubuh Kyu sudah benar-benar ambruk Dia menyeret badannya sambil memegang kepalanya yang terus mengeluarkan darah. HYUUUUNNN !!!!!
Hyun berdiri dengan ekspresi takut diruang tamu. Tubuhnya tidak berkutik sama sekali. Ia ditodongi oleh pistol yang kapan saja bisa dilepaskan pelurunya.
“Siapa kalian??!!” tanya Kyu kepada lelaki berjas putih, bertopi putih dan berkacamata hitam. Disana ada 3 orang jenis lelaki dengan penampilan yang sama.
“Dia ingin membawaku pergi Kyu.” kata Hyun menyeringai. “Jangan sakiti Kyu, bawa saja aku pergi!!!” teriak Kyu mencoba untuk bergerak. Ternyata seluruh tubuhnya sudah disihir oleh lelaki yang paling tua diantara ketiganya.
“JANGAN!!! Lepaskan Hyun.” Kyu mencoba bangkit dengan terpogoh-pogoh. Tapi apa daya, 2 lelaki yang dari tadi memeganginya semakin mencengkram tangan Kyu. Belum lagi pistol sudah menempel disamping Kyu. Mau tidak mau Kyu hanya bisa berteriak saja.
“HYUUUUUNNNN !!!!!!” nyawa Kyu seperti ditarik oleh lelaki yang paling tua , yang menyihir hyun juga. Kyu merasa nafasny mulai sesak. Suaranya pun mendadak menghilang. Mungkin tinggal sekian detik lagi nyawa Kyu akan hilang ditangan lelaki tua itu.
Hyun yang melihat itu hanya bisa menangis. Dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, seluruh tubuhnya dalam kendali Bapak Tua itu. Sekuat tenaga Hyun mencoba melepaskan kendali Bapak Tua itu. Hyun menutup kedua matanya. Terlihat ada lipatan didahinya, menandakan ia mencoba sekuat tenaga untuk bisa lepas dari sihir Bapak Tua itu. Usaha Hyun pun tidak sia-sia. Sinar sangat terang dan sayap yang tadi kaku oleh sihir, kini mengembang sangat indah. Indah sekali. Pak Tua dan dua pengawalnya pun terpental keluar. Nafas sesak yang tadi dialami Kyu pun kini berangsur membaik.
***
Hari itu adalah hari terakhir Kyu melihat Hyun. Sejak sayapnya mengembang sangat indah, Hyun berpamitan dengan Kyu. Karena bumi bukan tempat yang cocok untuk Hyun. Hyun juga tidak ingin sampai terlalu jauh mencintai Kyu. Kyu dan Hyun sangat BERBEDA. Kami BERBEDA !!!!
Seperti biasa sebelum Kyu berangkat kerja, ia menyempatkan untuk melihat ke salah satu sudut ruang favoritnya. Berada tepat di dinding ruang tamu. Dipajang dengan bingkai berwarna yang sesuai dengan objeknya. Warna putih. Iya warna putih terlihat lebih dominam dalam foto yang berukuran 72x50 cm itu. Sayap yang bercahaya serta senyum dari si objek yang penuh arti.
“Sarangheo Hyun.” ucap Kyu sambil memberikan senyumnya.