Yunisarang

Yunisarang

Minggu, 28 Agustus 2011

INFINITE _ Nothing's Over




 niga meoreojinda
meolli jeomi doenda

bareul tteji motae
maeumman dwijjocha ttara ganda

naneun ajiginde
byeonmyeongdo motaenneunde

han bal mulleoseoseo goodbye (goodbye)
aju jamsiman nan goodbye (goodbye)
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over jumuneul oewo naege
ttan nom mannamyeon andwae
beolsseo geureomyeon andwae
ajigeun kkeutnange aniya
(kkeutnange aniya)
neol bonaen jeok eobseo
I think about you, all day long
jamsippunin eodumsogeseo
jocha neolchaja hemeyeo
dachilppunin gamjeongsogeseo
nal chajawa gamssaandeon
ttatteutan neoui mellodi
Ihear that never forger you
I’ll find my baby
aniya~

Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over jumuneul oewo naege
ttan nom mannamyeon andwae
beolsseo geureomyeon andwae
ajigeun kkeutnange aniya
(kkeutnange aniya)
neol bonaen jeok eobseo
uri cheoeum bwatdeonnal
neomuna tteollyeonna
niga naege haetdeonmal
babo cheoreom mideunna
nisaenggage jam mosi rudeon
damirudeon nal anajwo
imi meoreojyeo beoryeodo naranajwo
heeojil su do isseo
geurae geureol su isseo
hajiman ireoken aniya
(ireoken aniya)
nan kkeutnael su eobseo
ttan nom mannamyeon andwae
beolsseo geureomyeon andwae
ajigeun kkeutnange aniya
(kkeutnange aniya)
naegen neoppunya

Traslatenyeee ..
You are drifting away
You’re becoming [to look like] a point, far away
My feet won’t move
Only my heart is chasing and following you
I still
can’t even explain it
You’re taking a step back, goodbye
For just a moment, I goodbye, goodbye
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over, you’re reciting a spell to me
You can’t see another guy
You can’t be already like this
It’s not the end yet,
(it’s not the end)
I didn’t send you away
I think about you all day long
Even if I’m in the dark for a moment
I’m wandering around, searching for you
I’ve closed in my feelings
When you came to find me and held me
Inside your warm melody
I hear that, never forget you
I’ll be fine, my baby
No~
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over (Nothing’s over)
Nothing’s over, you’re reciting a spell to me
You can’t see another guy
You can’t be already like this
It’s not the end yet,
(it’s not the end)
I didn’t send you away
When we met each other for the first time
I was just shaking so much
The words you said to me
I was a fool to believe them
I couldn’t sleep because of thoughts of you
I was trying to push them all back
Hold me even though you’re drifting away
We can separate,
yeah we can
But not like this,
(not like this)
I can’t end it,
you can’t see another guy
You can’t be already like this
It’s not the end yet,
(it’s not the end)
You’re the only one to me


Picknyeee unyuuu bangeett ....MySpace














Yeeeeaaaahhhh saya suka lagunyaa .. 
Makannya gue bikin ( pindahin liriknya dari mbah google ) liriknya di entry diblog gue ...MySpace


Sabtu, 27 Agustus 2011

Kisah Klasik Mr. AduL

Kisah Klasik Mr. AduL


tergoda aku ’tuk berpikir
dia yang tecinta
mengapa t’lah lama tak nampak
dirimu disini

jangan inginku tersenyum
tak ada gairah
kuingin selalu bersamamu

kini kuresah
diriku lemah tanpamu.. ohh

gapai semua jemariku
rangkul aku dalam bahagiamu
kuingin bersama berdua selamanya

jika kubuka mata ini
kuingin selalu ada dirimu
dalam kelemahan hati ini
bersamamu aku tegar

Mungkin lirik diatas menggambarkan kondisi ku saat ini. Aku disini sendiri, dimalam yang mungkin kelam bagiku. Aku mengharapkan dia datang. Aku mengharapkan dia hadir. Entah hadir dalam bentuk nyata atau hanya dalam mimpi belaka. Aku ingin DIA. Ingin DIA selamanya. Full Stop !!!
"KIAAAA ,, kamu belum tidur??? besok gak kekampus?" teriak Mama dibalik pintu sambil terus mengedor pintu kamarku.
"iyaaa .. iyaa mah." jawabku dengan suara rada sengaw. Iya aku habis menangis. Tapi aku gak cengeng. Aku gak merasa aku cengeng. lebih tepatnya aku melankolis.
"Kamu kenapa??" tanya mama mulai curiga dengan suaraku yang sedikit serak.
"Gak ada apa-apa mah. Aku tidur yaahhhh." kataku langsung mematikan lampu kamar. tapi mataku masih belum mau terpejam sama sekali. Aku mengambil handphone yang tergeletak diatas meja. Aku meraihnya. Aku membuka galeri. Aku buka folder foto. Siapa yang aku lihat disana??? Foto Dia ... Dia yang aku harap hadir malam ini. Lagi-lagi aku tidak dapat menahan air mataku ini. Dasar memang aku kelewat melankolis atau cengeng si atau malah GOFAR??? ( Goblok Farahh )

Pagi ini aku sangat malas untuk ngampus. Yaiyalah malas, pasti aku jadi bahan ledekan teman-temanku. Dibilang habis irigasi matalah, begadanglah, mungkin lebih blak-blakan lagi "Lo nangis ( lagi ) Ki????" Aku memasang ajah melas didepan cermin. Aku berusaha melakukan message dimataku, berharap mata bengkakku bisa kembali seperti semula. GAGAL !! Mata tetep bengep. Pipi semakin pembem. Muka masih pucat pasih. Begitulah kondisiku saat ini.

Aku langkahkan kakiku menuju kampus. Dengan langkah gontai aku sudah tiba didepan gerbang. Cepat sekali sampainya?? Pikirku saat itu. Waktu sepertinya tidak dapat diajak kompromi. Aku terus tertunduk saat memasuki kelas. Terus melangkah dengan mata melihat ketanah. Duduk ditempat biasa yang aku tempati. Benar saja dugaanku semalam. Baru  pantatku nempel udah disodori pertanyaan yang sangat hebohh.

"Kenapa lo?"
"Nangis lagi?"
"Gara-gara dia??"
"Si mr Kribo??"
“Apa sama ade lw yang bongsor itu?”
"Kalo sama di kribo mendingan lw lupain aja se dia. Cari lagi ,, banyak cowok cowok kribo diJakarta yang pasti gak bakal nolak lw."
"Apa perlu gue cariin??"

TERIMA KASIH TEMAN-TEMAN sudah menjadi kompor hatiku. "LEBAAAAAAAAYYYY." aku langusung bangkit dari tempat dudukku. Aku kabur dari kerumunan wanita aneh dan sok jadi wartawan itu. Menutup telinga dengan rapat, berharap aku tidak akan mendengar para kompor meleduk itu. Aku banting pintu dan langkahku sangat dipercepat.
Entah kemana langkahku pergi. Perpustakaan?? Terlalu sepi, yang ada aku nanti irigasi mata lagi. Taman?? Mungkin bisa membantu menenangkan hatiku. Aku pun menuju taman tang tidak jauh dari kelasku. Tiba disana suasanya gak mendukung, rame banget. Kebanyakan lagi pada mojok. Lagi-lagi pasti aku nanti menangis. Aku pun terdiam sejenak. Otakku berfikir mencari tempat yang memang dapat buat hatiku tenang dari para wartawan gadungan kompor itu.
Tempatnya gak terlalu ramai, juga tidak terlalu sepi. Menurutku sangat nyaman. Pas buat aku “menangis” tentunya. Aku berada di balkon kampus lantai 2. Agak pojok dan tidak terlihat oleh banyak mahasiswa yang lalu lalang. Aku masih mengenggam handphone ku dengan wallpaper si kribo, begitu aku menyebutnya setiap kali aku melihatnya atau memikirkannya.
Mr. Kribo yang mungkin sering aku dan teman-temanku sebut adalah sosok yang mungkin membuatku benar-beanr jadi melankolis. Dia laki-laki yang kata teman-teman ku gak beraturan bentuknya. Gak banget sikapnya. Gak banget wajahnya. Dan yang paling penting GAK BANGET RAMBUTNYA. Shut up your toak!!! Took my heand !!! Dia bagiku segalanya. Dia bagiku sempurna. Dia bagiku perfecto, gak ada yang bisa ngalahin kulit hitam dan rambut kribonya. Singkat cerita aku dan dia memang sudah berteman lama. Sangat lama. Suatu hari disuatu kesempatan dan disuatu tempat, dia mengungkapkan perasaannya padaku. Aku sangat WAW mendengarnya. Kenapa orang yang cuek begini bisa juga yah romantis???
“Ki …” panggilnya sedikit ragu.
Aku hanya ber “ehm..” saja tanpa menatap wajahnya.
“Liat kesini napa Ki. Gue mau ngomong serius nih sama lw.”
Aku pun benar-benat menatap si Kribo itu. Aku lihat setelah aku menatapnya, wajahnya menjadi seperti buah jambu air. Hahahaa. “Tuh katanya gue suruh liat lw, tapi lw nya malah kemana-mana matanya. Emang mau ngomong apaan?” tanyaku meyakinkan Kribo untuk segera berbicara.
“Gue ….”
“Iyaaa? Gue kenapa?”
“Gue… ehm… SUKA SAMA LW. Gue boleh jadi pacar lw Ki?”
Apaaaahhh???? Haaaaaa??? Jantungku benar-benar berhenti kayaknya. Ini orang lagi mabok kali yah?? Apa lagi ngantuk makannya ngomongnya jadi ngaur. Tanganku menyentuh kening si Kribo. Gak panas dan gak dingin juga. Kondisi normal-normal aja. Tapi kenapa tiba-tiba dia ngomong itu.
“Ikhh apaan si. Emang gue gila. Terus gimana Ki?”
Aku mencoba mengeles. “Terus apanya? Gimana maksudnya apa?”
“Akhh lw mah sok bego. Tadi gimana sama pertanyaan gue?”
Aku hanya diam. Diam seribu bahasa. Mungkin aku diam sudah mencapai angka 20 menit. Entahlah aku harus menjawab apa. Aku benar-benar bingung. Sampai saat ini aku masih fine-fine aja dengan status pertemanan yang seperti ini.
Kribo bangkit dengan wajah sedikit kecewa. “Yaudah gue balik!!” Dia merampas tasnya dan nyelonong pergi, saat badannya hamper menjauh, aku mencoba memanggilnya.
“GUE BUKANNYA NOLAK LW, GUE MASIH NYAMAN SAMA HUBUNGAN KITA SEKARANG. Kribooo !!!!” teriakku sekencang-kencang, berharap dia mendengarnya.
Dan yang aku teriyakki hanya mengangkat satu jempol kanannya. Entahlah itu isyarat apa bagiku. Semoga dia mengerti dengan kondisiku saat ini. Aku memang benar-benar gak bisa buat ke langkah yang lebih serius. Aku masih nyaman dengan pertemanan dengannya. Aku mengela nafas panjang, mungkin hanya kata “maaf” yang bisa aku katakana padanya.
“ADUUUUULLLL MAAAAFFF !!!”
“Heyy !!! Helloo !!”
Sepertinya ada suara yang memangilku. Karena telingaku sangat jelas mendengar panggilan itu. Aku mencoba membuka mata, aku membuka mata agak sedikit sayu. Aku mengusap mataku untuk memperjelas pandanganku yang sedikit buram.
“HHaaaa??” Tubuhku tersungkur tiba-tiba melihat wajah laki-laki yang hanya sejengkal dari mataku. “Siapa lw?!” tanyaku sedikit nafsu.
“Tadi lw panggil nama gue. Kok lw bisa tau si nama gue? Padahal gue kan baru aja sehari kuliah disini?”
Whatt?? Pede banget nih anak namanya gue panggil. Berasa namanya limited edition kali yah. “Emang nama lw siapa?”
“Muhammad Aduliansyah. Biasanya dipanggil Adul.”
Aku hanya bisa ber “oh” saja. Kenapa bisa jadi begini si? Kenapa nih anak pake nama Adul juga. Gak ada panggilan lain apa yah. Muhammad kek. Atau Ali, mungkin juga bisa liansyah. Kenapa harus panggilan Adul yang dimau. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Aku bangkit dan mengebas-ngebaskan bokongku untuk membersihkan kembali kondisi celanaku. Warna putih terlihat jelas kalau kotornya. “Sekarang gak usah pake nama itu lagi !!!” ancamku langsung memalingkan wajahku dengan jutek.

JJJ
Ternyata memang benar penyesalan selalu datang belakangan. Itulah yang aku rasakan sekarang. Kenapa dulu aku tidak menjawab “iya” saja?? Kenapa kata “tidak” yang keluar dari mulutku. Aku menoyor kepalaku sendiri. Tiba-tiba wajah anak baru itu terlintas difikiranku. Aiiiissshhh kenapa gue jadi mikirin mahasiswa baru itu?? Nama boleh sama, tapi fisik gak sama sekali. Rambutnya gak ada kribo-kribonya sama sekali. Cepak iya. Ukhhhhh kenapa harus sama sih nama panggilannya. Hidup gue udah gak tentram malah ditambah lagi sama kedatangan mahasiswa itu.
Kribo Nangkring : Lagi apa???
Satu pesan terdaftar di inbox ku. Mataku langsung mengeluarkan kilat ( lebay ) . Aku mengusap-ngusap mataku, berusaha mencoba apakah ini kenyataan atau hanya sebuah mimpi belaka.
Aku : Heyyy apa kabar Dul? Gue lagi gak ngapa-ngapain. Kenapa?
Kribo Nangkring : besok ketemu yuk? Mau gak?
Aku membaca ulang sms dari si Kribo. Terus aku baca berulang kali. Siapa tau itu bukan sms darinya. Sampai ke sepeuluh kalinya aku baca, ternyata memang dia yang mengirimkan pesan itu. Tanpa fikir panjang aku langsung membalas pesannya.
Aku : “Tumben , ada apa?”
Kribo Nangkring : “Besok di Tamen yah Ki jam 3 sore.”
Aku hanya bisa terpaku didepan cermin. Aku mencubit pipi ku sekeras mungkin. AWWW !!! Sakit, berarti ini nyata, ini bukan mimpi. Horreeeee !!!!

Singkat cerita tepat pukul tiga sore diTamen aku menunggu si Krino menampakkan rambutnya. Sore itu aku berdandan agak beda dari biasanya. Aku mengenakan Dress sedengkul dengan sandal temple yang berpita warna merah. Dandananku, aku sengaja bikin sesederhana mungkin. Aku terus melirik jam tanganku, sudah lewat 30 menit tapir abut kribo belum menampakkan diri. Aku ragu untuk menelponnya atau sms, aku terlalu ragu dan tinggi ego untuk melakukan itu semua. Aku memutuskan untuk tetap menunggunya sampai ia datang.
Dari kejauhan dengan pandangan yang buram aku melihat sosok laki-laki yang mungkin sangat aku kenal. Persis banget sama Dia, rambutnya kribo,  tapi bedanya ini kribonya gak begitu mekar. Kulitnya sedikit hitam, badannya juga gak terlalu tinggi ataupun pendek. Aku memperjelas pandanganku. Siapa wanita yang disampingnya??? Aku mencoba berfikir positif, sepositif mungkin. Mungkin itu adiknya. Adiknya?? Dia gak punya adik cewek, kakak cewek baru punya. Mungkin sepupunya kali yah?? Akhh masa sii, dia gak pernah cerita kalo punya sepupu cewek. Apa jangan-jangan wanita itu pacarnya?? Ohhhh gak mungkinn dah, dari selentingan aku gak pernah denger kalo dia sudah punya pacar.
Pandangku semakin jelas terlihat. Dia juga sudah mulai mendekat. Entah mendekati aku atau orang yang ada dibelakangku. Tapi sepertinya aku. Dia berjalan kearahku.
“Hai Ki.” sapanya sambil melambaikan tangan.
Benar itu dia, si kribo. Dia sedikit berubah. Yang paling terlihat adalah dari rambutnya yang gak begitu kribo seperti awal aku kenal dengannya. “Haaaiiii.” sapaku agak gugup.
“Maaf yah Ki ganggu. Tadi aku jemput pacarku dulu.”
Gleeekkk !!!!
Pacarku???
Yang mana pacarnya??
Yang ada disampingnya??
Dia pacar barunya si Kribo?

“Kenalin Ki ini Ria. Ria ini Kia. Dia sahabatku paling baik Say.” Adul memperkenalkn Kia dan Ria.
“Ria.” Ria memberikan tangannya.
“Ohhh… Kia.” Kia mencoba membalas jabat tanagn Ria. Senyum yang ku berikan adalah senyum palsu, aku gak mau dibilang cengeng didepan Kribo. Aku berusaha tegar.
“Sayang ayuuk kita kebutik. Mama udah disana katanya.”
“Ki , gue duluan yahh. Oiyaa minggu depan gue tunangan, lo datang yahh. Harus datang. Gue tinggal yahh. Thanks yaah.” teriak Adul yang sudah semakin jauh berlari.
Ini yang dimaksud dia. Ini kenapa dia mau bertemu aku?? AKu bingung harus seperti apa, aku masih berdiri kaku dipinggir taman. Berusaha tegar dan mencoba menyimpan rasa sakitku didepan orang banyak. Aku melangkah pergi dari keramaian. Aku butuh tempat dimana tidak ada seorangpun yang melihatku menangis. Cobaan yang berat yang aku dapat hari ini. Aku sebenarnya gak sanggup untuk menerima kenyataan pahit seperti ini.
Uwaaaaaaaaaa!!!!!! Aku benar-benar harus meluapkan emosiku. Tempat parkir dilantai atas memang paling cocok untukku saat itu. Aku menelungkupkan kepalaku diantar kakiku yang aku lipat. Aku menagis sejadi-jadinya disana. Tertutup tanpa ada orang yang tau.
“Cewek itu memang melankolis banget yah.” terdengar sebuah suara dari arah tangga.
“Lo?? Ngapain lw kesini??” Umpatku pada Adul gadungan yang nama panjangnya Muhammad Aduliansayah.
“Lhaa ini kan tempat umum. Lsagian motor gue juga ada disini.”
Aku menyebarkan semua pandanganku. “Gak ada motor disini.”
“Suka-suka gue dong. Lagian gue denger ada yang nangis tadi, jadi yaudahh gue naik keatas. Lw tau gak siapa yang nangis tadi?”
Aku langsung menghapus air mataku yang sudah melunturkan bedak yang ada dipipiku. “Disini gak ada yang nangis.” Aku bangkit dari dudukku. Aku melewati Adul yang gak kribo tetapi saat kami berpapasan Adul menarik tanganku dengan tiba-tiba. Dia memelukku.
“Gue tau lw yang nangis Ki. Gue juga tau siapa yang bikin lw nangis.”
Aku mencoba untuk melepaskan diri dari pelukannya.
“Gue mau jadi Adul yang lw sayang Ki. Gue bela-belain pake ini rambut kribo-kriboan buat lw, gue mau jadi penggantinya Adul kribo dihati lw Ki. Gue gak mau lw nangis terusss. Gue sebenernya udah ngikutin lw dari lw keluar rumah, dan sampe sekarang gue tau kondisi lw. Gue … Gue… Gue sayang banget Ki sama lw. Sayang sejak kita masih SMP dulu.”
Aku mencoba memutar otak, mencoba mengingat masa lalu. Masa dimana aku masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Aku terus mengingat sosok Adul yang ada didepanku ini. Iya aku mulai mengingatny. Adul yang satu ini memang temanku dimasa SMP , di duduk tepat dibelakangku. Aku memang dulu sempat dekat dengannya, ehm… karena orang tuanya pindah tugas jadi sekolahnya pun harus ikut pindah.
Aku benar-benar gak bisa melepaskan pelukannya. Begitu erat sampai nafasku hampir sesak. Aku terdiam dan kemudian menangis sejadi-jadinya. “Bego lw!!! Bego bangett jadi cowok!!! Gue gak mau lw jadi Adul kribo, gue mau lw jadi Adul yang apa adanya, ya memang Adul dari diri lw sendiri. Hiksss hiksss.”
“Jadi??” tanya Adul sambil melepaskan pelukannya.
“Jadi apaan si?”
“Itu tadi kata-kata lw yang gue gak boleh jadi Adul kribo, gue harus jadi adul diri gue sendiri. Jadi lw mau jdi pacar gue Ki?? Lw udah inget Ki??”
“Udahh akhh gue mau pulang. Anterin gue pulang.” kata Kia meloyor pergi. “Oiyaa satu lagi, gue gak mau lw pake wig wig kribo begituan. Bikin ilfil tau.” sambung Ki yang sudah menuruni anak tangga.


Np : Akhirnya cerpen pesenan temen gue jadi juga. Gak sama persis, tapi intinya seperti itu. Gue harap temen gue ini bisa dapet yang lebih baik lagi. AminMySpace

Kamis, 25 Agustus 2011

Indeks Masa Tubuh ( IMT )

Siapa sih yang ingin memiliki badan yang super gemuk atau obesitas?
Pasti tidak akan ada orang yang menginginkannya
Gemuk menurut sebagian orang adalah momok yang menakutkan. Apalagi bila dihadapi oleh kaum wanita. Berbagai macam cara dilakukan untuk memiliki bentuk tubuh yang proporsional. Contohnya dengan cara instan, seperti minum obat-obatan pelangsing atau ramuan-ramuan khusus yang mempercepat penurunan berat badan. Atau dengan cara diet yang super duper ketat.
       Kata Obesitas sendiri memiliki arti ketidakseimbangan antara konsumsi kalori dan kebutuhan energi, dimana konsumsi terlalu berlebih dibandingkan dengan kebutuhan atau pemakaian energi ( energy expenditure ). ( Wiramiharja, 2006 ). Sedangkan menurut Wikipedia Ensiklopedia Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
            Seseorang dikatakan obesitas atau kegemukan bila lemak di dalam tubuh berakumulasi lebih dari 20% di atas jumlah normal. Bila jumlah lemak yang berlebih itu antara 10-20% di atas jumlah normal, keadaan ini disebut kelebihan berat badan atau overweight.

Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index, BMI)

BMI merupakan suatu pengukuran yang menghubungkan (membandingkan) berat badan dengan tinggi badan. Walaupun dinamakan "indeks", BMI sebenarnya adalah rasio atau nisbah yang dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Seseorang dikatakan mengalami obesitas jika memiliki nilai BMI sebesar 30 atau lebih.

Rumus:
Satuan Metrik menurut sistem satuan internasional    : BMI = kilogram / meter2
Rumus             : BMI = b / t2
dimana b adalah berat badan dalam satuan metrik kilogram dan t adalah tinggi badan dalam meter.

Misal :
Berapakah BMI Tn. X, bila BB 80 Kg dan TB 167 cm?
(BMI = b / t2). BMI = 80/(1,67)2 = 28,65 kg/m2
(normalnya seseorang memiliki nilai BMI 18,5-24,9, dan jika BMI melebihi nilai tersebut maka bisa di katakan obesitas atu kegemukan).


Sebenarnya Obesitas bukan hanya satu golongan saja. Tetapi memiliki beberapa golongan menjadi tiga kelompok , yaitu :
1.  Obesitas ringan       : kelebihan berat badan 20-40%.
2.  Obesitas sedang      : kelebihan berat badan 41-100%.
3. Obesitas berat     : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5% dari antara orang-orang yang gemuk).

Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderung berbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikan gambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut, sehingga memberikan gambaran seperti buah apel. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun diperut mungkin akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Seperti pada golongan penyakit penyerta yang tidak membahayakan tetapi mengganggu adalah Gangguan pernapasan, nyeri tulang dan nyeri otot yang kronis, gangguan kulit dan ketidaksuburan. Untuk golongan penyakit penyerta obesitas yang membahayakan adalah Gangguan jantung dan pembuluh darah, termasuk didalamnya hipertensi, stroke, dan penyakit jantung koroner. Kondisi yang berhubungan dengan ketidakpekaan atau resisten terhadap pengaruh hormone insulin seperti penyakit Diabetes. Kanker usus dan beberapa kanker yang berkaitan dengan aktivitas hormon.
          Obesitas bukan hanya terjadi begitu saja, ada beberapa faktor yang menyebabkan si penderita menjadi obesitas. Ada dari faktor Genetik obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dan kebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas, tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan ini termasuk perilaku/ pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kali seseorang makan serta bagaimana aktivitasnya. Faktor psikis. Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa memengaruhi kebiasaan makannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.
        Dari beberapa dampak yang sudah dijelaskan diatas seharusnya mereka yang mengalami obesitas berfikir mau diapakan badannya yang obesitas itu?? Apakah mau dilanjutkan tetapi dengan dampak buruk yang sangat banyak. Atau mengatur pola makan dan aktifitasnya? Untuk mengatur pola makan itu sendiri misalnya, mengurangi porsi makan dan mengingat moto ini “Makanlah sebelum kenyang”. Kemudan selain mengurangi porsi makan utama, makanan kecil/cemilan juga patut dikurangi. Contohnya Makan dan minum sesuatu yang berenergi hanya pada jadwalnya. Makanan disimpan pada tempat yang tidak mencolok dan agak sulit dijangkau. Sedangkan untuk fisiknya sendiri adalah penderita Obesitas harus meningkatkan aktivitas fisik. Seperti Kurangi aktivitas yang dilakukan sambil duduk, untuk pekerjaan ringan kerjakan sendiri, perbanyak berjalan kaki, lakukan olahraga setiap hari minimal 30 menit. Yang paling penting dalam hal ini adalah minta dukungan lingkungan keluarga dan orang lain.

Referensi
Sedioetama, Achmad Djaeni, 2006. Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid 1. Jakarta : Dian Rakyat
Wiramhimahardja, Kunkun K. 2004. OBESITAS dan penanggulangannya. Jakarta : Granada
http://id.wikipedia.org/wiki/Obesitas.

 Np : gara-gara nulis ini di majalah kampus gue, temen temen yang ngebaca pada ngeledekinMySpace  Padahal ini gak sengaja gue tulis, awalnya buat news doang, ehhh dimasukin jadi IPTEKES. Udeeehhh gitu dipasanglah foto gue yang emang sedikit ndutt
( apaahh sedikit??? hahah ) <---- Somaaayyy lu!! Adeeehhh masyarakaattMySpace Yaudaaahhlahh apa adanyaa ajja, yang penting gue udahh ngitung kalo gue gak obesits !!!! Puasss puasss puasss #gayaaatukularwana

ASKEP anak Bronko Pneumonia

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar  Belakang
Bronko Pneumonia adalah inflamasi akut bronklolus dan jaringan paru penyakit infeksi mengenai bagian-bagian yang tersebar dalam paru yang sering dijumpai pada orangtua dan anak kecil. Pneumonia disebabkan oleh bakteri, virus, mycoplasma pneumonia, jamur, aspirasi pneumonia ( masuknya cairan atau benda padat  ke dalam saluran pernafasana ) dan bakteri streptococcus pneumonia. Hal ini sering ditandai dengan deman 39,5 – 40,5 C. Sesak nafas, nyeri dada, napas dan nadi cepat, dahak berwarna kehijauan, Retraksi dinding torak, pernafasan cuping hidung, patuk proksimal mirip perfusi.
Dilihat dari keadan kota Jakarta yang padat penduduk serta kemacetan kota Jakarta dan banyaknya kendaraan serta pabrik-pabrik yang aktivitasnya selalu mengeluarkan asap yang sangat banyak, seringnya beraktifitas diluar rumah mengakibatkan kita sellau bertataap langsung dengan debu dan asap kendaraan, karena kekebalan tubuh anak masih sedikit atau belum kuat maka anak yang paling sering terjangkit. Jika Bronko Pneunomia ini tidak ditangani maka bisa terjadi emplema, otitis media akut, emfisema, meningitis.
Dalam kasus ini peran perawat sangat penting dalam penyembuhan klien. Perawat berperan secara promotif , preventif, rehabilitative, advokasi dan sebagainya. Karena pentingnya kasus ini maka kelompok kami tertarik untuk membuat Asuhan Keperawaan Pada Anak Dengan Bronko Pneunomia ( Sylvia Andersom 2002 )

BAB II
TINJAUAN TEORI


A.    Pengertian
Bronko Pneunomia adalah inflamasi akut bronklolus dan jaringan paru. Penyakit infeksi mengenai bagian-bagian yang terbesar dalam paru sering dijumpai pada orangtua dan anak kecil. ( Kamus Keperawatan Ed 31 : 2001 )
Bronko Pneunomia adalah radang paru yang mengenai satu atau beberapa lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrate.  ( whelley and wong, 2002 )
Bronko Pneunomia disebut juga pneumonia lobularis yaitu radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri virus, jamur dan benda-benda asing. ( Sylvia Andersom 2002)
Pneumonia adalah radang parenhim paru. Banyak macam klasifikasi mengenai pneumonia, tetapi klasifikasi ini dianggap kurang memuaskan. ( Nursalam, 2005, hal : 114 )

B.     Etiologi
           Beberapa penyebab dari Pneunomia yaitu :
1.     Bakteri
2.    Virus
3.    Mycoplasma pneumonia ( pentuk peralihan antara bakteri dan virus )
4.    Jamur
5.     Aspirasi pneumonia ( masuknya cairan atau benda padat kedalam saluran
   pernapasan)
6.     Hypostatic akibat imobilitas / tidur yang terlentang dan terlalu lama.
7.     Sindrom Loeffler terjadi yaitu bakteri streptococcus pneumonia.

 
A.    Manifestasi Klinis
1.      Demam ( secara khas diawali dengan menggigil, demam timbul dengan cepat 39,50 – 40,50 )
2.      Sesak napas
3.      Nyeri dada yang terasa seperti ditusuk-tusuk saat bernafas dan batuk
4.      Napas dan nadi cepat
5.      Dahak berwarna kehijauan
6.      Retraksi dinding torak
7.      Pernapasan cuping hidung
8.      Batuk proksimal mirip pertusis ( umum terjadi pada anak yang lebih kecil )

B.     Patofisiologi
Bronco Pneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, Haemophillus atau karena aspirasi makanan dan minuman. Awalnya terjadi edema reaktif yang mendukung multiplikasi organism. Organisme ini serta penyebarannya kebagian paru lain yang berdekatan. Umumnya bakteri ini mencapai alveoli melalui percikan mucus atau saliva dan tersering mengenai lobus bagian bawah paru karena adanya efek gravitasi. Organisme ini setelah mencapai alveoli akan menimbulkan respon yang khas yang terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1.      Kongesti
Eksudat serasa masuk kedalam alveoli melalui pembuluh darah yang berdilatasi dan bocor.
2.      Hepatisasi merah ( 48 jam berikutnya )
Paru-paru tampak merah dan bergranula karena sel-sel darah merah, fibrin dan leukosit folimorfonuklear mengisi alveoli.
3.      Hepatisasi kelabu ( 3 s/d 8 hari )
Paru-paru tampak kelabu karena leukosit dan fibrin mengalami korulidasi didalam alveoli yang terserang.
4.      Resolusi ( 7 s/d 11 hari )
Eksudat mengalami lisis direabsorbsi oleh makrofag sehingga kembali pada strukturnya semula.
Bercak-bercak infiltrate yang terbentuk adalah bercak-bercak yang difus, mengikuti pembagian dan penyebaran bronkus dan ditandai dengan adanya daerah-daerah konsdidast terbatas yang mengelilingi saluran-saluran napas yang lebih kecil.

  1. Komplikasi
1.      Pengumpulan nanah didalam jaringan paru yang merdang
2.      Pengembangan paru yang tidak sempurna merupakan akibat kurangnya mobilisasi / reflex batuk hilang
3.      Infeksi sistemik
4.      Infeksi yang menyerang selaput otak
5.      Pengumpulan cairan pada rongga pleura

F.           F. Penatalaksanaan
1.        Penatalaksanaan Medis
Pengobatan diberikan berdasarkan etiologi dan uji resisten. Akan tetapi hal itu perlu waktu dan pasien perlu terapi secepatnya maka biasanya yang diberikan :
a.         Penisilin 50.000 U/kg/hari , ditambah dengan kloromfenikol 50-70 mg/kg BB/hari atu diberikan antibiotic yang mempunyai spectrum luas seperti ampisilin. Pengobatan ini diteruskan samapi bebas demam 4-5 hari
b.        Pemberian oksigen dan cairan intravena ; biasanya diperlukan campuran glucose 5% dan NACL 0,9% dalam perbandingan 3 : 1 ditambah larutan KCL 10 mEq/500 ml/botol infuse.
c.         Karena sebagian besar pasien jatuh kedalam asidosis metabolic akibat kurang makan dan hipoksia, maka dapat diberikan koreksi sesuai dengan hasil analisa gas darah arteri.
d.        Pemeriksaan Diagnostik :
1)      Foto toraks, pada foto toraks bronkopneumonia terdapat bercak-bercak infiltrate pada satu atau beberapa lobus. Jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu / beberapa lobus.
2)      Laboratorium, gambar darah tepi menunjukkan leukositasis dapat mencapai 15.000-40.000/mm3 dengan pergeseran kekiri. Kuman penyebab dapat diblok dari usapan tenggorok, dan mungkin juga dari darah. Urine biasanya berwarna lebih tua, mungkin terdapat albuminuria ringan karena suhu yang naik dan sedikit torax hialim. Analisa gas darah arteri dapat menunjukkan asidosis metabolic dengan atau tanpa retensi C02.
2.    Penatalaksanaan Keperawatan
Masalah klien yang perlu diperhatikan ialah menjaga    kelancaran pernapasan, kebutuha istirahat, kebutuhan nutrisi / cairan, mengotrol suhu tubuh, mencegah komplikasi dan kurangnya pengetahuan orang tua mengenal penyakit.
a.       Menjaga kelancaran pernapasan
Pasien pneumonia berada dalam keadaan dispnea dan sianosis karena adanya radang dan banyaknya lender didalam bronkis / paru. Agar pasien dapat bernapas secara lancar lendir tersebut harus dikeluarkan dan dan untuk memenuhi kebutuhan O2 perlu dibantu dengan memberikan O2, 2 L/ menit secara rumat. Pada anak yang agak besar berikan sikap baring setengah duduk, longgarkan pakaian yang menyekat seperti ikat pinggang, kaos baju yang agak sempit. Ajarkan agar bila ia batuk lendirnya dikeluarkan dan katakan kalau lendir tersebut tidak dikeluarka sesak napasnya tidak akan segera hilang. Beritahukan kepada anak agar ia tidak selalu berbaring kearah dada yang sakit, boleh duduk atau miring kearah bagian dada yang lain.
                  Pada bayi baringkan dengan letak kepala ekstensi dengan memberikan ganjal dibawah bahunya. Bukalah pakaian yang ketat seperti celana yang menggunakan karet, isaplah lendirnya dan berikan O2 secara rumat sampai 2L/ menit. Pengisapan lendir harus sering, yaitu pada saat terlihat lendir didalam mulut, pada waktu memberikan minum, mengubah sikap baring atau tindakan lain.
b.      Kebutuhan istirahat
      Pasien pneumonia adalah pasien payah suhu tubuhnya tinggi, sering hiperpireksia maka pasien perlu cukup istirahat, semua kebutuhan pasien harus ditolong ditempat tidur. Usahakan pemberian obat secara teratur . usahakan keadaan tenang dan nyaman agar pasien dapat istirahat sebaik-baiknya.
c.       Kebutuhan nutrisi dan cairan
                  Pasien pneumonia hampir selalu mengalami masukan makanan yang kurang. Suhu tubuh yang tinggi selama beberapa hari dan masukan cairan yang kurang dapat menyebabkan dehidrasi. Pada bayi yang masih minum ASI, bila tidak terlalu sesak ia boleh menyusu selai memperoleh infus. Beritahu ibu bahwa pada saat menyusui puting susu harus sering-sering dikeluarkan untuk memberikan kesempatan bayi bernapas.
d.      Mengontrol suhu tubuh
                  Pasien pneumonia sewaktu-waktu dapat mengalami hiperpireksia. Untuk itu maka suhu harus dikontrol setiap jam selain diusahakan untuk menurunkan suhu dengan memberikan kompres dingin, satu jam setelah dikompres dicek kembali apakah suhu telah turun.
e.       Mencegah komplikasi/gangguan rasa aman dan nyaman
                  Komplikasi yang terjadi terutama disebabkan oleh lendir yang tidak dapat dikeluarkan sehingga terjadi atelektasis atau bronkiektasis. Untuk menghindarkan terjadinya lendir yang menetap (mucus plug) maka sikap baring pasien, terutama bayi harus diubah posisinya tiap 2 jam dan pengisapan lendir sering dilakukan setiap mengubah sikap lakukan sambil menepuk-nepuk punggung pasien. Bila lendir tetap banyak, dapat dilakukan fisioterapi dengan postural drainage. 

 Asuhan Keperawatan
1.      Pengkajian
    1. Bunyi Pernapasan : Batuk, suara serak, mengorok, stidor, mengi.
    2. Sakit tenggorokan : Anak akan menolak untuk minum atau makan per oral. Sifat elastis dari jaringan pada anak kecil dapat menyebabkan       kurangnya tekanan pada ujung-ujung saraf.
    3. Demam : Suhu dapat mencapai 39,5 - 4o,5 bahkan dengan infeksi ringan. Dapat Mencetuskan kejang febris. Bicara dengan kecepatan yang tidak biasa.
    4. Anoreksia : Menetap sampai derajat yang lebih besar atau lebih sedikit melalui tahap demam. Seringkali merupakan bukti awal dari penyakit.
    5. Muntah : Anak kecil mudah muntah bersamaan dengan penyakit. Biasanya berlangsung singkat, tetapi dapat menetap selama sakit.
    6. Nyeri Abdomen : Spasme otot karena muntah dapat menjadi faktor timbulnya nyeri abdomen, terutama pada anak yang tegang atau gugup.
2.      Diagnosa keperawatan
Diagnosa Keperawatan yang lazim terjadi ( Dikutip dari Buku Rencana asuhan  Keperawatan, Marilyn E, Doenges, Edisi ke 3 ).
a. Bersihan jalan nafas, tak efektif, berhubungan dengan :  inflamasi trakeabranchial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum, nyeri fleuritik. Penurunan energi, kelemahan.
b.   kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan ; perubahan membran alveolar – kapiler ( efek inflamasi ), gangguan kapasitas pembawa oksigen darah.
c. intoleransi aktifitas kemungkinan berhubungan dengan : ktidak  seimbangan anatar  suplai dan kebutuhan oksigen, kelemahan umum, kelelahan.
d. intoleransi aktifitas kemungkinan berhubungan dengan : ktidak  seimbangan anatar  suplai dan kebutuhan oksigen, kelemahan umum, kelelahan.
3.      Intervensi Keperawatan
a. Bersihan jalan nafas, tak efektif, berhubungan dengan : inflamasi trakeabranchial, pembentukan edema, peningkatan produksi sputum, nyeri fleuritik. Penurunan energi, kelemahan.
Tujuan       : Menunjukkan prilaku mencapai bersihan jalan nafas, menunjukkan jalan  nafas paten dengan bunyi nafas bersih, tak ada dispnoe.
Kriteria hasil    : Sekret dapat keluar
                        Intervensi         
                        Tindakan Mandiri
1)    Auskultasi area paru, catat area penurunan/tak ada aliran udara dan bunyi nafas,  misalnya : krekels, mengi.
Rasional  : Penurunan aliran udara terjadi pada area konsolidasi dengan cairan, bunyi nafas bronchial ( normal pada bronchus ) dapat juga terjadi pada area konsolidasi. Krekels dan ronchi dan mengi terdengar pada inspirasi dan / atau ekspirasi pada respon terhadap pengumpulan cairan, secret kental dan spasme jalan nafas / obstruksi.
2)   Bantu pasien latihan nafas sering. Tunjukkan / Bantu pasien mempelajari melakukan batuk, missal menekan dada dan batuk efektif sementara posisi duduk tinggi.
    Rasional : Nafas dalam memudahkan ekspansi maksimum paru-paru/jalan nafas lebih kecil. Batuk adalah mekanisme pembersihan jalan nafas alami,  membantu silia untuk mempertahankan jalan nafas paten.
3)      Pengisapan sesuai indikasi
     Rasional : Merangsang batuk atau pembersihan jalan nafas secara mekanik  pada pasien yang tak mampu melakukan karena batuk tak efektif atau  penurunan tingkat kesadaran.
4) Berikan cairan sedikitnya 2500 ml ml/hari ( kecuali kontraindikasi ). Tawarkan air hangat dari pada dingin.
   Rasional : Cairan kususnya yang hangat memobilisasi dan mengeluarkan sekret.
      Kolaborasi
1)      Bantu mengawasi efek pengobatan
      Rasional : Memudahkan pengenceran dan pembuangan sekret.
2)  Berikan obat sesuai indikasi, mukoliti, ekspentoran, bronchodilator & analgesik Rasional : Alat untuk menurunkan spasme bronchus dengan mobilisasi sekret. Analgesik untuk memperbaiki batuk dengan menurunkan ketidaknyaman tapi harus digunakan secara hati-hati karena dapat menekan pernafasan.

b.      kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan ; perubahan membran alveolar – kapiler ( efek inflamasi ), gangguan kapasitas pembawa oksigen darah.
Tujuan  : Menunjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenasi jaringan  dengan GDA dalam rentang normal dan tak ada gejala distress pernafasan.
Kriteria hasil  : Klien memperlihatkan perbaikan ventilasi, pertukaran  gas  secara  optimal dan oksigenisasi jaringan secara adekuat
Intervensi          
                      Tindakan Mandiri
1)    Kaji frekwensi, kedalaman dan kemudahan bernafas.
    Rasional : manifestasi distress pernafasan tergantung pada indikasi derajat keterlibatan paru dan status kesehatan umum.
2)  Obnservasi warna kulit, membran mukosa dan kuku, catat adanya sianosis  perifer ( kuku ) atau sianosis sentral.
   Rasional : Sianosis kuku menunjukkan vasokontriksi atau espon tubuh terhadap demam / menggigil.
3)      Kaji status mental
   Rasional : Gelisah, mudah terangsang, bingung dan somnolen dapat menunjukkan hipoksemia / penurunan oksigenasi serebral.
4)      Awasi suhu tubuh sesuai indikasi
    Rasional : Demam tinggi sangat meningkatkan kebutuhan metabolik dan kebutuhan oksigen dan mengganggu oksigenasi selular.

                     Kolaborasi
1)      Berikan terapi oksigen dengan benar.
      Rasional : Tujuan terapi oksigen adalah mempertahankan PaO2 di atas 60 mmHg. Oksigen diberikan dengan metode yang memberikan pengiriman tepat dalam toleransi pasien.
c.       Intoleransi aktifitas kemungkinan berhubungan dengan : ketidak seimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen, kelemahan umum, kelelahan.
Tujuan      : Melaporkan / menunjukkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas yang dapat diukur dengan tak adanya dispnoe, kelemahan berlebihan dan tanda vital dalam rentang normal.
Kriteria hasil     : peningkatan suplai oksigen
                      Intervensi         
                      Tindakan Mandiri
1)      Evaluasi respons pasien terhadap aktivitas.
Rasional : menetapkan kemampuan kebutuhan pasien dan memudahkan pilihan intervensi.
2)  Berikan lingkungan tenang dan batasi pengunjung selama fase akut sesuai  indikasi .
Rasional : menurunkan stress dan rangsangan berlebihan, meningkatkan  istirahat.
3) Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan dan perlunya  keseimbangan aktivitas dan istirahat.
Rasional : Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan kebutuhan metabolic, menghemat energi untuk penyembuhan.
4)      Bantu pasien memilih posisi nyaman untuk istirahat dan / atau tidur
Rasional : Pasien mungkin nyaman dengan kepala lebih tinggi.
d.      Nutrisi kurang dari kebutuhan kemungkinan berhubungan dengan ; peningkatan kebutuhan metabolik sekunder terhadap demam dan proses infeksi, anoreksi dan distensi abdomen / gas.
Tujuan      : Menunjukkan peningkatan nafsu makan, mempertahankan atau meningkatkan  Berat badan.
Kriteria Hasil : Klien dapat mempertahankan/meningkatkan pemasukan nutrisi.
Intervensi         
                     Tindakan Mandiri
1)  Indentifikasi factor yang menyebabkan mual / muntah misalnya : sputum banyak, pengobatan aerosol, dispnoe berat, nyeri.
Rasional : pilihan intervensi tergantung pada penyebaran masalah
2)      Berikan wadah tertutup untuk sputum dan buang sesering mungkin
Rasional : Menghilangkan tanda bahaya, rasa, bau dari lingkungan pasien dan dapat menurunkan mual.
3)     Jadwalkan pengobatan pernafasan sedikitnya 1 jam sebelum makan.
Rasional : menurunkan efek mual yang berhubungan dengan pengobatan ini
4)     Auskultasi bunyi usus , observasi / palpasi distensi abdomen
Rasional : Bunyi usus mungkin menurun / tak ada bila proses infeksi berat/memanjang.
5)     Berikan makan porsi kecil tapi sering termasuk makanan kering
Rasional : Tindakan ini dapat meningktkan masukan meskipun nafsu makan mungkin lambat untuk kembali.
6)     Evaluasi status nutrisi umum, ukur berat badan dasar.
Rasional : adanya kondisi kronis seperti PPOM atau keterbatasan keuangan dapat menimbulkan malnutrisi, rendahnya tahanan terhadap infeksi.


Daftar Pustaka ( Menyusul!! )